Netral English Netral Mandarin
banner paskah
00:56wib
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Inspektur Jenderal Istiono bakal memberi sanksi dua kali lipat kepada personelnya yang kedapatan meloloskan pemudik pada 6-17 Mei 2021 mendatang. Presiden Joko Widodo meminta semua anggota Kabinet Indonesia Maju dan pimpinan lembaga tinggi negara untuk tidak mengadakan acara buka puasa bersama di tengah pandemi virus corona (Covid-19).
Polisi Tetapkan Korban Tewas Laskar FPI, SD: Ada Tiga Pertanyaan Akal Sehat, Ini Katanya

Kamis, 04-Maret-2021 11:30

Mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Said Didu
Foto : Istimewa
Mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Said Didu
24

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Said Didu (SD) mempertanyakan status tersangka terhadap anggota laskar Front Pembela Islam (FPI) yang tewas dalam insiden di Tol Jakarta-Cikampek sebagai tersangka kasus Km 50.

Menurut Said langkah kepolisian meniggalkan banyak pernyataan besar. Hal itu diungkapkan Said lewat akun resmi twitternya @msaid_didu di Jakarta, Kamis (4/2/2021).

"Mayat jadi tersangka. Pertanyaan akal sehat:

1) bagaimana cara periksanya dan bagaimana mrk dihadirkan dipersidangnya ?2) jika dinyatakan bersalah, dg hukuman penjara, mayat2 ini akan dipenjarakan di mana3) jika dijatuhi hukuman mati - bagaimana cara mematikan mayat ?," tulisnya seperti dilansir di Jakarta.

Sebelumnya, Bareskrim Polri menetapkan 6 anggota laskar Front Pembela Islam (FPI) yang tewas dalam insiden di Tol Jakarta-Cikampek sebagai tersangka kasus Km 50. Keenam anggota laskar FPI itu diduga melakukan kekerasan.

"Iya jadi tersangka 6 orang itu. Yang (Pasal) 170 itu memang sudah kita tetapkan tersangka, sudah ditetapkan tersangka. Kan itu juga tentu harus diuji, makanya kami ada kirim ke jaksa, biar jaksa teliti," ujar Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Brigjen Andi Rian Djajadi, seperti dinukil dari Detik.com.

Reporter : PD Djuarno
Editor : Sesmawati