Netral English Netral Mandarin
banner paskah
03:45wib
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Inspektur Jenderal Istiono bakal memberi sanksi dua kali lipat kepada personelnya yang kedapatan meloloskan pemudik pada 6-17 Mei 2021 mendatang. Presiden Joko Widodo meminta semua anggota Kabinet Indonesia Maju dan pimpinan lembaga tinggi negara untuk tidak mengadakan acara buka puasa bersama di tengah pandemi virus corona (Covid-19).
Polisi Tak Umumkan Tersangka Unlawfull Killing, Politisi PKS: Anggota Bersalah Kenapa Dilindungi?

Jumat, 09-April-2021 13:45

Politisi PKS Mardani Ali Sera
Foto : Istimewa
Politisi PKS Mardani Ali Sera
12

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera mengkritik kinerja kepolisian. Hal itu terkait dengan tersangka polisi unlawfull killing laskar Front Pembela Islam (FPI).

Mardani mengungkapkan tersangka polisi yang tak ditahan bakal menimbulkan asumsi di masyarakat. Perlakuan itu sama saja melindungi anggota yang bersalah.

"Perlakuan trhdp tersangka tdk biasa trjd di lingkup kepolisian. Tersangka yg tdk ditahan usai diumumkan smp identitas yg tdk diungkap bs menimbulkan asumsi di publik ‘Anggota yg bersalah knp dilindungi?’ Jelas jd blunder kepolisian sebagai suatu institusi," tulisnya seperti dilansir Jakarta, Jumat (9/4/2021).

Sebelumnya, Polri telah menetapkan tiga anggota Polda Metro Jaya sebagai tersangka kasus unlawful  killing Laskar FPI Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan atau TP3 6 Laskar FPI meminta Polri mengungkap inisial identitas para tersangka.

"Tiga orang yang ditetapkan sebagai tersangka ini siapa? Apakah sebagaimana direkomendasikan oleh Komnas HAM atau orang yang sudah meninggal. Kan kemarin satu orang meninggal. Ya kita lihat saja bagaimana mereka melakukan proses itu," kata Ketua TP3 6 Laskar FPI Abdullah Hehamahua saat dihubungi, Rabu (7/4/2021). Seperti dinukil detik.com 

 

Reporter : PD Djuarno
Editor : Widita Fembrian