Netral English Netral Mandarin
banner paskah
20:05wib
Seorang anggota TNI AD berinisial DB luka-luka dan anggota kepolisian berinisial YSB tewas setelah diduga menjadi korban pengeroyokan oleh orang tak dikenal. Sebuah survei yang diinisiasi Lembaga Survei Indonesia (LSI) menemukan mayoritas pegawai negeri sipil (PNS) menilai tingkat korupsi di Indonesia meningkat.
Pigai Sebut Dirinya dan Orang Papua Gorila, EK: Ada Gak Ya Orang Papua yang Tersinggung?

Senin, 01-Februari-2021 16:40

Pegiat Medoa Sosial Eko Kuntadhi
Foto : Istimewa
Pegiat Medoa Sosial Eko Kuntadhi
11

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pegiat Media Sosial Eko Kuntadhi (EK) mempertanyakan, adakah Orang Papua yang tersinggung dengan cuitan dari Aktivis Kemanusiaan yang juga pernah menjabat sebagai Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai.

Pertanyaan ini diajukan Eko sambil mengunggah sebuah cuitan dari Pigai pada 30 Agustus 2020 yang lalu. Saat itu Pigai mengunggah sebuah video Penyanyi Edo Kondologit yang terlihat marah─marah, pasalnya tidak terima dengan adik ipar yang meninggal dunia di penjara sehingga meminta keadilan.

Pada unggahan tersebut, Pigai mengutuk keras tindakan biadab dari Anggota Polisi. Pigai bahkan mempertanyakan apa salah dirinya dan Orang Papua pada Presiden Joko Widodo (Jokowi), pasalnya sejak Jokowi menjadi presiden, Orang Papua selalu dibantai.

Bagi Pigai, tindakan yang menimpa saudara Edo adalah tindakan rasis dan terorisme negara di Papua. Maka dari itu Pigai mendukung Edo untuk melawan ketidakadilan.

“Sdr Jokowi apa salah kami org Papua sehingga sejak anda jd pPresiden Km selalu dibantai. Kami ini Gorila yg tidak akan pernah kalah melindungi bangsanya,” cuit Pigai.

Seperti diketahui baru─baru ini Pigai juga terseret menjadi korban rasisme. Ini terjadi saat Ambroncius Nababan mengunggah sebuah foto yang menyandingkan Pigai dengan Gorila. Tindakan itu dilakukan Ambroncius sambil menyindir Pigai soal vaksin.

“Ada gak ya, orang Papua yang tersinggung sama cuitan Pigai. Dia pakai kata, “kami” Kan?,” tanya Eko, dikutip dari cuitannya, Senin (1/2/2021).

Mengetahui hal ini, banyak warganet lantas memberikan komentarnya:

“itu cuitan Agustus 2020..dia sendiri yg nyebut Gorilla..kok diklarifikasi dibilang Rasis..,” cuit @Bottyzas***.

“Cuitan ini bisa jadi alasan pembenaran dan meloloskan tersangka ujaran rasis dari dakwaan karena orangnya sendiri sudah mendeklarase sebagai gorilla dan kami bisa berarti sukunya..,” cuit @Dimas₋***.

“Sebuah pengakuan yang keluar dari hati sanubarinya yang dalam,,, namun saat di sandingkan marah..,” cuit @Muhammadhij***.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sesmawati