Netral English Netral Mandarin
banner paskah
12:02wib
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem mulai Rabu (14/4) hingga Kamis (15/4). Cuaca ekstrem ini diakibatkan Siklon Tropis Surigae. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyebut semua komponen utama yang digunakan dalam pengembangan Vaksin Nusantara diimpor dari Amerika Serikat.
Pigai Mengadu ke Menhan AS, Guru Besar USU: Provokasi, Buat Kekacauan Seperti George Floyd

Jumat, 29-January-2021 05:42

Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai dan Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara (USU) Profesor Yusuf Leonard Henuk
Foto : Istimewa
Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai dan Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara (USU) Profesor Yusuf Leonard Henuk
6

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara (USU) Profesor Yusuf Leonard Henuk turut angkat bicara terkait tindakan Mantan Komisioner HAM Natalius Pigai. Diketahui Pigai baru−baru ini mengadu kepada Menteri Pertahanan Amerika Serikat Lloyd Austin terkait kasus rasisme di Indonesia.

Menggunakan Bahasa Inggris, Prof Yusuf menyebut Pigai bukan warga negara Indonesia yang baik. Dia klaim, aktivis kemanusiaan itu telah memprovokasi kasus pada Menhan AS yang dinilai akan membuat kekacauan di Indonesia.

“Dear @Nataliuspigai2, you’re not good as Indonesian citizen as you provocate your case to @loyldaustin (dimaksud @LloydAustin) so create chaos in Indonesia,” ujar Guru Besar USU itu, dikutip dari cuitannya, Kamis (28/1/2021).

Prof Yusuf nilai tindakan Pigai bagaikan kasus George Floyd. Seperti diketahui, George adalah seorang lelaki kulit hitam Amerika yang tewas dibunuh dalam penangkapan setelah diduga mengeluarkan uang kertas palsu di Minneapolis.

Lebih lanjut Prof Yusuf sebut bahwa Pigai bukanlah orang Papua yang baik yang cinta Indonesia. Pigai juga disebut tidak mendukung Papua sebagai bagian dari Indonesia tetapi, malah meminta dukungan dari Amerika Serikat.

“In fact, you’re not a good Papuan who love Indonesian &support Papua as part of Indonesia supported by @UN forever. What your response?,” ujar dia.

Seperti diketahui, Pigai baru−baru ini menjadi korban rasisme setelah Ambroncius Nababan menyandingkan wajahnya dengan Hewan Gorila. Tindakan itu dilakukan Ambroncius sambil menyindir Pigai soal vaksin.

Kasus serupa juga terkait rasisme, diduga dilakukan oleh Gubernur USU. Unggahan Gubernur USU kembali mencuat ke media sosial setelah sempat memunculkan wajah Hewan Monyet dan Pigai diminta untuk berkaca.

 

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Nazaruli