Netral English Netral Mandarin
banner paskah
12:15wib
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem mulai Rabu (14/4) hingga Kamis (15/4). Cuaca ekstrem ini diakibatkan Siklon Tropis Surigae. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyebut semua komponen utama yang digunakan dalam pengembangan Vaksin Nusantara diimpor dari Amerika Serikat.
Pigai Korban Rasisme, Yunarto Ajak Warganet Kutuk Keras Ketololan Ambroncius Nababan

Minggu, 24-January-2021 21:15

Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia Yunarto Wijaya.
Foto : Istimewa
Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia Yunarto Wijaya.
3

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia Yunarto Wijaya mengaku, secara politik lebih banyak berbeda sikap dan pandangan dengan Mantan Komisioner HAM yang juga Aktivis Kemanusiaan Natalius Pigai.

Tetapi Yunarto berkomentar keras terkait tindakan rasis yang terjadi pada Pigai dan tengah hangat diperbincangkan di media sosial.

Menurut Yunarto, semua pihak harus mengutuk keras kebodohan dari unggahan Ambroncius Nababan. Selain itu pihak Kepolisian juga menurutnya harus menindaklanjuti kasus yang terjadi antara  Ambroncius Nababan dan Pigai.

“...kita semua harus kutuk keras ketololan postingan ambroncius nababan ini, pihak @CCICPolri harus menindaklanjuti hal ini menurut saya...,” ujar Yunarto, dikutip dari cuitannya, Minggu (24/1/2021).

Untuk diketahui, sebelumnya akun Ambroncius Nababan mengunggah sebuah foto Pigai. Tindakan tersebut lantas dianggap rasis karena foto Pigai disandingkan dengan seekor hewan, yakni Gorila.

Akun tersebut menyinggung tindakan Pigai yang menolak Vaksinasi Sinovac. Bahkan akun tersebut meledek Pigai tidak memerlukan Vaksin Sinovac, melainkan Vaksin Rabies.

“Edodoeee pace. Vaksin ko bukan sinovac pace tapi ko pu sodara bilang vaksin rabies. Sa setuju pace,” tulis akun tersebut.

Mengetahui hal ini, Pigai merasa dirinya menjadi korban rasisme. Aktivis dari Papua ini bahkan menyeret nama Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat memberikan tanggapan atas kasus yang tengah viral di media sosial ini.

Menurut Pigai, selama pemerintahan Jokowi, pembantaian, pembunuhan dan kejahatan HAM di Papua cenderung didasari dengan rasisme. Baginya rasisme telah menjadi kejahatan kolektif negara pada Rakyat Papua, Bangsa Melanesia.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Irawan HP