Netral English Netral Mandarin
banner paskah
10:29wib
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberi peringatan kepada sembilan provinsi untuk bersiap siaga dari potensi hujan petir disertai angin kencang yang akan terjadi hari ini. Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menambah jalur yang bakal disekat oleh kepolisian selama masa larangan mudik Lebaran pada 6 hingga 17 Mei 2021 mendatang.
Petinggi PKS Sebut Aksi Bom Makassar Settingan, Ade Armando Tanggapi Begini

Rabu, 31-Maret-2021 07:20

Ade Armando dan Bukhori Yusuf
Foto : Istimewa
Ade Armando dan Bukhori Yusuf
46

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Seorang petinggi PKS menyebut bahwa aksi teror bom di Katedral Makassar merupakan settingan untuk merusak kerukunan umat beragama serta untuk menimbulkan stigma buruk agama tertentu. 

Merasa tergelitik, Ade Armando menanggapi dengan menunjukkan adanya dua orang tewas  bunuh diri,

“Pak, itu kan ada dua orang tewas bunuh diri. Masak agenda setting sih?” kata Ade Armando, Selasa malam (30/3/21).

Untuk diketahui, Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Bukhori Yusuf yang juga merupakan Anggota Komisi Agama DPR RI, sebelumnya menyampaikan pendapatnya terkait dengan peristiwa bom bunuh diri yang terjadi di Gereja Katedral Makassar.

Dari laman Fraksi PKS pada Selasa, 30 Maret 2021, Bukhori Yusuf menduga adanya agenda settingan untuk merusak kerukunan antar umat beragama yang telah dibangun selama ini.

“Pasalnya, saya mencurigai teror bom ini sebagai bagian dari agenda setting untuk merusak kerukunan antar umat beragama yang sudah dibangun selama ini,” duga Bukhori Yusuf.

Bukhori Yusuf menduga ada motif lain dari ledakan bom Gereja Katedral Makassar.

Motifnya, menurutnya yakni untuk menciptakan citra negatif bagi agama ataupun agama tertentu.

“Ada pihak-pihak yang tidak menghendaki adanya kerukunan antar dan intra umat beragama. Sementara di sisi lain, mereka tidak senang dengan sumbangan positif agama yang memiliki dampak multidimensional bagi penyelenggaraan kehidupan dan bernegara ini,” ujar Bukhori Yusuf.

Lebih lanjut, menurut Bukhori Yusuf sekelompok orang tersebut memakai cara yang tidak beradab guna menebar ketakutan serta untuk menimbulkan kecurigaan di tengah-tengah masyarakat.

“Mereka hendak membenturkan sesama umat beragama. Di samping itu, tujuan licik mereka yakni memelihara stigma terhadap agama tertentu. Karena itu, saya menduga ini sebagai tujuan utama dari teror ini,” kata Bukhori Yusuf.

Bukhori Yusuf kemudian mengimbau agar pihak kepolisian dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) agar segera mengusut tuntas kasus peledakan bom bunuh diri Gereja Katedral Makassar.

Baca Juga: Tanggapi Bom di Makassar, Refly Harun: Setuju dengan HRS Harusnya Tak Boleh Ada Kejadian seperti ini

“Pengusutan tidak boleh berhenti hanya pada aktor di lapangan. Seringkali berbagai tindakan teror seperti ini, polisi tidak berhasil menemukan aktor kuncinya. Imbasnya, umat beragama, khususnya umat Islam acapkali dirugikan akibat stigma tertentu,” tutur Bukhori Yusuf.

“Jangan sampai hanya berhenti pada tindakan pelaku yang seakan-akan menyudutkan ajaran agama tertentu,” sambung Bukhori Yusuf.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto