Netral English Netral Mandarin
banner paskah
14:45wib
Singapura akan melarang masuk orang yang dalam 14 hari belakangan memiliki riwayat perjalanan ke India, negara yang kini sedang dilanda gelombang kedua pandemi Covid-19. Pemerintah melalui Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 memutuskan untuk memperpanjang masa larangan mudik Hari Raya Idulfitri 1442 Hijriah.
Pernyataan Anies Berubah-ubah, Guntur: Kebodohan Membawa Celaka

Selasa, 23-Februari-2021 21:40

Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Mohamad Guntur Romli.
Foto : PSI
Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Mohamad Guntur Romli.
12

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Mohamad Guntur Romli mengomentari pernyataan Gubernur DKI Jakarta Anies soal anak-anak yang bermain saat banjir.

Melalui akun Twitter, Guntur mengunggah tangkapan layar dua artikel dari media daring yang memuat dua pernyataan berbeda dari Anies terkait anak-anak yang bermain di lokasi banjir.

Artikel pertama menulis soal pernyataan Anies pada Januari 2020 lalu, di mana saat itu Anies menyebut bahwa anak-anak senang bermain saat banjir, bahkan mereka berenang di genangan air.

Anies mengaku mengetahui hal itu saat berbincang dengan anak-anak ketika meninjau lokasi banjir di Kampung Pulo, Jakarta Timur, (2/1/2020).

Sementara di artikel kedua, pada Senin (22/2/2021) kemarin, Gubernur Anies mengingatkan bahwa banjir bukan area kolam bermain bagi anak. Dia meminta semua warga apabila menyaksikan anak-anak bermain di tempat berisiko agar ikut memperingati anak tersebut.

Hal itu disampaikan Anies setelah empat anak dikabarkan tewas akibat tenggelam saat banjir di Ibu Kota pada Sabtu (20/2/2021).

Karena dua pernyataan yang berbeda dari dari Anies tersebut, Guntur Romli pun melontarkan sindiran keras kepada mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu.

"Begitulah kalau ngurus Jakarta cuma bermodal omongan doang. Ralat dilakukan setelah kebodohannya membawa celaka," tulis Guntur di akun Twitternya, Selasa (23/2/2021).

 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sulha Handayani