Netral English Netral Mandarin
banner paskah
04:43wib
Hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) menunjukkan bahwa lebih dari 90 persen masyarakat setuju sekolah dan rumah ibadah dibuka kembali meski masih di tengah kondisi pandemi corona. Data pengguna Facebook yang mencapai 533 juta, baru-baru ini dikabarkan telah dicuri hacker. Facebook menyatakan, tak akan memberi tahu data siapa saja yang telah dicuri.
Permintaan Kuasa Hukum Habib Rizieq Shihab Soal Sidang Offline Belum Bisa Dipenuhi

Kamis, 18-Maret-2021 17:50

Kuasa hukum Habib Rizieq Shihab, Munarman (kanan)
Foto : Istimewa
Kuasa hukum Habib Rizieq Shihab, Munarman (kanan)
17

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur memastikan kalau sidang Habib Rizieq Shihab (HRS) masih menjalani sidang online. Langkah itu menolak permintaan kuasa hukum terdakwa meminta langsung di ruang sidang.

Kepala Humas Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Alex Adam Faisal menjelaskan kalau permintaan sidang langsung ditolak majelis hakim. 

"Nomor perkara 221, 222, dan 226 masih tetap online. Tapi belum menetapkan apa sidang ini dilakukan secara virtual atau menghadirkan Habib Rizieq langsung. Kita lihat besok apa ada gangguan lagi atau tidak," kata Alex saat dikonfirmasi di Jakarta Timur, Kamis (18/3/2021).

Alex menambahkan sidang secara langsung atau offline bisa dilaksanakan jika sambungan internet alami gangguan.

"Apakah nanti masih terkendala (koneksi internet), nanti yang berwenang di persidangan kan Majelis Hakim. Nanti apa masih terkendala kita tidak tahu, kita lihat perkembangannya di hari Jumat ini," ujarnya.

Perkara Nomor 221, kata Alex merupakan berkas untuk Habib Rizieq Shihab dalam kasus kerumunan warga di Petamburan, Jakarta Pusat pada tanggal 13 November 2020 lalu. Perkara Nomor 222 merupakan berkas untuk lima terdakwa dalam kasus kerumunan warga di Petamburan, Jakarta Pusat di waktu yang sama.

Perkara Nomor 226 merupakan berkas untuk Rizieq Shihab dalam kasus kerumunan warga di Pondok Pesantren Alam Agrokultural Megamendung, Bogor pada tanggal 13 November 2020.

"Berkas perkara itu nanti akan dipimpin Majelis Hakim sama seperti jadwal hari Selasa. Dipimpin Pak Suparman Nyompa, Pak M. Djohan Arifin, dan Pak Agam Syarief Baharudin," ucapnya. 

Reporter : PD Djuarno
Editor : Sesmawati