Netral English Netral Mandarin
banner paskah
08:04wib
Seorang anggota TNI AD berinisial DB luka-luka dan anggota kepolisian berinisial YSB tewas setelah diduga menjadi korban pengeroyokan oleh orang tak dikenal. Sebuah survei yang diinisiasi Lembaga Survei Indonesia (LSI) menemukan mayoritas pegawai negeri sipil (PNS) menilai tingkat korupsi di Indonesia meningkat.
Ungkit Gerombolan Bubarkan Paksa Tradisi Jawa, PA: Islam Pendatang, Jangan Injak-Injak Kearifan Lokal

Selasa, 26-January-2021 07:25

Ungkit Gerombolan Bubarkan Paksa Tradisi Jawa, Permadi Arya sebut Islam Pendatang, Jangan Injak-Injak Kearifan Lokal
Foto : Istimewa
Ungkit Gerombolan Bubarkan Paksa Tradisi Jawa, Permadi Arya sebut Islam Pendatang, Jangan Injak-Injak Kearifan Lokal
12

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pegiat media sosial Permadi Arya alias Abu Janda mengungkit persoalan-persoalan tindak intoleran masa lalu yang disebabkan oleh gesekan pemahaman tentang agama.

Seperti kita ketahui, berulangkali terjadi aksi pembubaran kegiatan tradisi yang dilakukan masyarakat suku Jawa, Sunda, dan lain-lain oleh gerombolan orang yang memandang mereka melakukan kegiatan musyrik.

Salah satunya adalah pembubaran acara larung atau sedekah laut di Bantul beberapa waktu silam. Padahal, budaya sedekah bumi baik di darat maupun di pesisir pantai adalah budaya leluhur masyarakat Jawa yang lebih tua dari Islam.

Menanggapi hal itu, Permadi Arya berharap agar tradisi lokal tidak diinjak-injak.

"Islam memang agama pendatang dari Arab, agama asli Indonesia itu sunda wiwitan, kaharingan dll. dan memang arogan, mengharamkan tradisi asli, ritual orang dibubarkan, pake kebaya murtad, wayang kulit diharamkan. kalo tidak mau disebut arogan, jangan injak2 kearifan lokal," kata Permadi Arya, Senin malam (25/1/21).

Ia juga mengunggah potongan berita kasus pembubaran paksa sedekah laut di Bantul beberapa waktu silam.

Persiapan tradisi sedekah laut di Pantai Baru, Bantul dibubarkan oleh sekelompok orang. Sambil mengobrak-abrik lokasi, sekelompok orang itu mengatakan bahwa tradisi sedekah laut syirik dan bertentangan dengan agama.

"Mereka minta dibatalkan karena sedekah laut itu syirik dan musyrik, terus bertentangan dengan agama," kata salah seorang warga, Tuwuh (48) yang juga saksi mata saat ditemui wartawan di Pantai Baru, Bantul, Sabtu (13/10/2018).

"Mereka juga sempat merusak meja dan membanting kursi tadi malam, diobrak-abrik lah pokoknya sekitar 15 menitan," imbuhnya.Selain itu, kata Tuwuh, kelompok itu sempat memasang sebuah spanduk di sekitar lokasi. Spanduk itu bertuliskan 'Kami menolak semua kesyirikan berbalut budaya, sedekah laut atau selainnya'.

"Ada yang masang spanduk juga, tapi sudah dicopot polisi dini hari tadi," ucapnya.

Malam tadi warga sedang menyiapkan tradisi sedekah laut yang rencananya digelar hari ini. Acara ini rutin digelar setiap tahun.

Menurut pantauan detikcom di Pantai Baru, tidak tampak ada tamu undangan meski kursi dan tenda kehormatan telah terpasang. Selain itu tidak tampak pula spanduk acara yang seharusnya terpampang di panggung.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto