Netral English Netral Mandarin
22:36wib
Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melarang kegiatan buka puasa bersama saat ramadan seiring dengan pandemi Covid-19. Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan melarang total operasi semua moda transportasi darat, laut, udara, kereta pada 6 Mei-17 Meri 2021.
Terkait Pentingnya Vaksinasi, Prof Abdul Muthalib Kasih Penjelasan Ini

Jumat, 15-January-2021 03:00

Dokter Abdul Muthalib saat mevaksinasi Presiden Jokowi.
Foto : Setpres
Dokter Abdul Muthalib saat mevaksinasi Presiden Jokowi.
13

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Prof Abdul Muthalib SpPD KHOM, guru besar FKUI, memberikan pengeritan pada masyarakat terkait vaksin. Berikut pernyataan dalam betnuk tanya jawab yang dilakukan Abdul Muhtalib yang dibagikan di WAG, Rabu, (13/1/2021).

Pola Hidup dan makanan sehat cukup untuk menghindari Covid-19, tidak perlu vaksin, benarkah?

Betul memang semakin imun kita kuat, semakin kebal kita dari virus. Tapi tidak semua virus, bakteri, atau parasit lain bisa dicegah hanya dengan pola makan sehat. Mau kita sesehat apapun, kalau terpapar virus rubella, HIV, hepatitis, ebola, polio, dll kita bisa tetap kena.

Saya punya hak untuk tidak menerima vaksin, kalau saya tidak mau, tidak usah dipaksa, benar?

Jika anda hidup sendirian di pulau tanpa orang lain, mungkin betul vaksinasi itu adalah hak/pilihan pribadi. Tapi kita hidup berdampingan dengan org lain. Apalagi di pulau Jawa, penduduk sangat padat. Jadi, vaksinasi itu bukan masalah kesehatan pribadi saja, tapi mencegah penularan dan membentuk herd immunity (herd immunity terbentuk jika krng lbh 70% orng divaksin). Dengan divaksin, kita melindungi orang lain yang tidak bisa divaksin (misal lansia, orang kelainan imun, yg menjalani kemoterapi, penderita alergi langka, dll) agar tetap sehat. Jika mereka terlular COVID-19 dan meninggal, maka itu kesalahan para orang sehat yang memilih untuk ttidak divaksin. (tergantung dari merek vaksinnya).

Mengapa pemerintah mewajibkan semua orang yang bisa divaksin untuk divaksin, apakah termasuk pelanggaran hak asasi manusia?

Dalam hal COVID sekarang pemerintah sebaiknya mewajibkan vaksinasi untuk melindungi orang-orang tertentu yangg tidak bisa vaksin, kasihan mereka yg tidak punya pilihan.

Kasihan orang yang ingin divaksin tapi tidak bisa, lansia dan org2 sakit yg ingin hidup. Hanya karena egoisme orang2 anti-vaksin yg percaya hoax dan konspirasi, orang2 yg benar-benar menghargai hidup bisa meninggal. Pilihanmu sebagai anti-vaxxer dapat membunuh orang yg sakit dan lemah. Saya yakin di agama apapun membunuh itu perbuatan dosa, apalagi terhadap org tua dan orang yang sakit.

Vaksin itu hoaks, tidak membentuk anti virus, Covid-19 itu hanya itu, benarkah?

Bagi yang mau percaya hoax atau teori2 konspirasi silahkan. Yang jelas, science itu bukan agama, science bukan untuk dipercaya. Biologi itu fakta. Jantung kita ada 1, itu fakta, tidak peduli mau percaya atau tidak. Mau kita tidak percaya vaksin, tetap saja faktanya segelintir orang tertentu akan menjadi korban dari pilihan egois org yg tidak vaksin. Lakukan 3M dan tolong nanti ambil vaksin jika kalian bisa divaksin. Bantu bentuk herd immunity untuk melindungi org lain yang secara fisik tidak mampu mendapatkan vaksin.

Kami tidak peraya pemerintah karena pemerintah tak transparan, pemerintah hanya mengalihkan isu lain, pemerintah tidak dapat dipecaraya , benarkah?

Kalau yang tidak percaya pemerintah Indonesia, percayalah pada kami para ilmuwan dan tenaga medis. Ambil vaksinasi untuk melindungi nyawa org lain yg tidak bisa divaksin (lansia, org kelainan imun, yg kemoterapi, dll). Atau percayalah kpd pemerintah negara lain saja yg menurut kalian terpercaya. Jutaan orang dari negara lain juga sudah divaksin.

Percuma divaksin, virusnya terus bermutasi dan orang yang sudah divaksin bisa kena lagi, jadi buat apa divaksin?

Betul. Tapi perlu diketahui bahwa virus tidak bisa bermutasi jika tidak ada penyebaran. Jika kita memvaksinasi cukup banyak orang, maka mutation rate virusnya akan melambat. Lama-kelamaan maka pandemi COVID akan bisa selesai. Maka dari itu, vaksinasi bukan solusi instan, harus tetap 3M sampai herd immunity terbentuk.

Jika telah divaksin dan sudah imun terhadap Covid-19 kenapa kita tetap harus melakukan memakai masker dan menjaga jarak?

Jika tujuannya hanya untuk proteksi diri sendiri, tidak usah pakai masker. Tapi tidaklah sebaiknya kita juga menyelamatkan org lain yang tidak bisa divaksin (misal lansia, orng kelainan imun, yg menjalani kemoterapi, penderita alergi langka, dll)? 3M harus tetap dilakukan sampai herd immunity terbentuk (kurang lebih saat 70% orang telah divaksin). Vaksinasi itu bukan masalah kesehatan pribadi saja, tapi mencegah penularan dan membentuk herd immunity. Vaksinasi dan 3M bukan hanya menyelamatkan diri sendiri, tapi juga membantu orang lain yg membutuhkan perlindungan.

Segalam senyara kimia buatan yang masuk ke tubuh dapat menimbulkan efek. Vaksin dapat menimbulkan efek samping yang bisa membahayakan tubuh, benarkah?

Benar. Segala hal yang masuk ke dalam tubuh pasti ada efeknya. Dalam hal vaksinasi, tujuan dari vaksinasi adalah memberikan efek positif bagi tubuh, yaitu memberikan imunitas.

Untuk efek samping yang negatif, itu benar bisa terjadi, tapi bukan dalam hal vaksin saja. Makanan sehat bertujuan menyehatkan tubuh. Tapi bagi segelintir orang (sangat sedikit) yang memiliki alergi langka tertentu atau kelainan genetic tertentu, makanan seperti tomat, kacang, susu, seafood, bisa sangat berbahaya/mematikan. Sekali lagi, sangat jarang. Sama halnya dengan semua obat dan vaksin.

Vaksin mungkin dapat menyelamatkan manusia dari covid-19 dan mengakhiri pandemi, tapi kelak keselamatannya bisa terancam kembali oleh efek samping vaksin, begitukah?

Iya. Pandemi COVID merupakan prioritas utama pd saat ini. Coba baca analogi di bawah ini agar dapat memahami lebih mudah danjelas.

Orang yang pingsan dan tidak bernafas dengan baik, harus diberi Cardiopulmonary resuscitation (CPR) agar jantung terus memompa darah dan otak tidak kekurangan oksigen. Itu prioritasnya. Ada efek dari prosedur CPR, antara lain tulang rusuk retak/patah. Walaupun sudah retak, proses CPR tetap harus dilakukan sampai ambulan datang dengan tabung oksigen dan defibrilator. Rusuk retak bisa diobati nanti, tapi jika CPR tdk dilakukan, maka orangnya pasti 100% akan mati.

Jika itu terlalu extreme (100% akan mati) coba saya beri contoh yang lain. Jika orang mengalami kecelakaan mobil parah dan orangnya tak sadarkan diri di dalam mobil, kita harus menolong untung menjauhkan korban dari kendaraan tersebut. Kecelakaan mobil yang parah, memiliki risiko terbakar atau ledakan kecil, katakanlah 70%. Tapi, di sisi lain, memindahkan korban kecelakaan spt itu bisa memperparah cidera (jika ada), terutama pada tulang punggung. Dengan menyelamatakn korban dari api, ada risiko korban jd lumpuh atau meninggal, katakanlah 2%. Di sini, memindahkan korban ke area yg lbh aman adalah prioritas, drpd khawatir tentang kelumpuhan atau kematian akibat dipindah.

Saya sudah terkena Covid-19 dan sembuh, Bukankah saya sudah imun dan memiliki anti virus. Apakah masih harus divaksin lagi?

Bagus kalau sudah sembuh, selamat. Betul Anda sudah imun dan memiliki "anti-virus", tapi tidak bisa dibilang lebih kuat drpd vaksin. Perlu diketahui virus terus bermutasi. Anda masih bisa terkena virus dengan "strain" baru. Jadi lebih baik tetap divaksin. Dengan kata lain, lebih baik "anti-virus"nya diupdate dengan versi terbaru.

Mengapai negara yang memproduksi merek vaktin tertentu juga impor vaksin dari negara lain, apakah vaksin dari negara tersebut jelek?

Tidak semua merek vaksin memiliki kelebihan dan kekurangan yang sama. Contohnya, misalkan vaksin yg lebih mudah didistribusikan Misalnya tidak perlu suhu -50 C untuk menjaga agar tetap bagus), mungkin tidak bisa digunakan untuk orang dgn kelainan genetik tertentu. Contoh trade-offs lain, misalnya harga yang lbh mahal bisa digunakan untuk para lansia, sedangkan yg lbh murah tidak. Dari contoh trade-offs faktor-faktor demikian (usia penerima, metode pengiriman, harga, strain virus di lokasi, dll), sebuah negara sangat mungkin untuk mengkolaborasikan merek2 vaksin yg digunakan sesuai dengan kebutuhan negara tersebut. Dengan demikian, herd immunity dapat lebih cepat terbentuk.

Mau bagaimanapun juga saya tetap tidak mau divaksin

Sama halnya seperti merokok, atau nyetir dengan keadaan mabuk. Karena pilihan Anda, orang lain bisa turut menjadi korban jiwa. Kalau orang normal hrsnya bakal merasa berdosa ya membunuh orang lain secara tidak langsung. Mungkin kalau Anda beda.

Reporter : Sulha
Editor : Sulha Handayani