Netral English Netral Mandarin
banner paskah
09:06wib
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Inspektur Jenderal Istiono bakal memberi sanksi dua kali lipat kepada personelnya yang kedapatan meloloskan pemudik pada 6-17 Mei 2021 mendatang. Presiden Joko Widodo meminta semua anggota Kabinet Indonesia Maju dan pimpinan lembaga tinggi negara untuk tidak mengadakan acara buka puasa bersama di tengah pandemi virus corona (Covid-19).
Harun Yahya Dihukum karena Pelecehan Seksual, EK Malah Singgung HRS, Habib Bahar dan Bahtiar Nasir

Selasa, 12-January-2021 14:15

Pegiat Medoa Sosial Eko Kuntadhi
Foto : Istimewa
Pegiat Medoa Sosial Eko Kuntadhi
18

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Pegiat media sosial Eko Kuntadhi ikut berkomentar mengenai kasus pelecehan yang membuat penulis tenar Adna Oktar alias Harun Yahya dihukum 1000 tahun penjara di Turki.

Menurut Eko, hal tersebut juga terjadi di Tanah Air. Eko menyebut tokoh agama di Indonesia yang dipuja masyarakat juga terbelit masalah pidana seperti Habib Rizieq Shihab, Habib Bahar, serta Bahtiar Nasir.

“Di dalam negeri, tokoh agama yang dipuja terbelit pidana. Ya Rizieq, ya Bahar, ya Bahtiar Nasir.

Di LN, pujaan mereka sama. Zakir Naik dihukum di India karna penggelapan dana dan terorisme.

Harun Yahya dihukum di Turki karena perkosaan.

Kriminali memuja kriminal.” Tulis Eko di akun Twitternya, Selasa (12/1/2021).

Sebelumnya diberitakan bahwa sosok penceramah Muslim Adnan Oktar atau dikenal juga dengan nama Harun Yahya menerima hukuman penjara 1.075 tahun dari hakim pengadilan Turki pada Senin (11/1).

Amar putusan hakim menyatakan vonis 1.075 tahun penjara diberikan karena ia terbukti melakukan kekerasan dan pelecehan seksual terhadap orang di bawah umur. Dia juga terbukti melakukan penipuan dan mencoba memata-matai pemerintah dalam hal politik dan militer.

Kepolisian Turki menangkap Oktar pada Juni 2018 atas dugaan kejahatan keuangan yang dilakukan olehnya dan organisasi yang dibentuknya.

Sosok Oktar pertama kali mencuri perhatian media pada 1990-an ketika menjadi pemimpin sekte yang terjebak dalam berbagai skandal seks. Akibatnya,pria berusia 64 tahun itu harus menghadapi tuntutan pidana serupa karena mendirikan organisasi kriminal.

Berbagai media Turki menggambarkan Oktar sebagai "pemimpin sekte paling terkenal di Turki".

Pria kelahiran 2 Februari 1956 itu merupakan seorang kreasionis dan menghasilkan banyak buku berisi teori konspirasi tentang kreasionisme dan freemasonry.

Dalam menulis buku-bukunya, Oktar menggunakan nama pena Harun Yahya, yang diambil dari gabungan dua nama nabi, yakni Nabi Harun dan Nabi Yahya.

Oktar sebelumnya ditahan oleh kepolisian Istanbul pada 2018 bersama lebih dari 200 tersangka lain di kelompoknya. Dia disebut seorang televangelis karena kerap berdakwah di televisi bersama para wanita berpakaian minim yang dia sebut "anak kucing".

Melansir stasiun televisi NTV, Oktar divonis lebih dari 1.000 tahun penjara karena melakukan penyerangan seksual, pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur, penipuan, serta spionase politik dan militer.

Pengadilan juga menghukum dua eksekutif lain di organisasi Oktar, yaitu Tarkan Yavas dan Oktar Babuna, masing-masing selama 211 dan 186 tahun. Kantor berita resmi Anadolu melaporkan bahwa Oktar juga dinyatakan bersalah karena membantu kelompok yang dipimpin oleh pendakwah Muslim yang berbasis di Amerika Serikat (AS) Fethullah Gülen yang disalahkan Turki karena melakukan upaya kudeta yang gagal pada 2016.

Meski begitu, Oktar membantah berkaitan dengan Gülen.

Reporter : Dimas Elfarisi
Editor : Sesmawati