Netral English Netral Mandarin
banner paskah
09:55wib
Presiden Joko Widodo mengingatkan jajaran kepala daerah untuk berhati-hati menghadapi potensi pandemi Covid-19 gelombang kedua. Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengungkapkan pemerintah masih memiliki utang penugasan sebesar Rp1,27 triliun kepada perusahaan.
Penting Ributkan Waloni-Paul Zhang atau KRI Nanggala-402? DS: Manusia2 Gak Berguna Kayak Mereka, Mending...

Jumat, 23-April-2021 15:43

Kolase Denny Siregar dan KRI Nanggala-402
Foto : Istimewa
Kolase Denny Siregar dan KRI Nanggala-402
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Denny Siregar mengajak warganet lebih penting mendoakan awak KRI Nanggala-402 ketimbang meributkan Yahya Waloni dan Jozeph Zhang yang kontroversial. 

“Daripada ngeributin Joseph Zhang ma Yahya Waloni dan manusia2 gak berguna kayak mereka, mending doain awak KRI nanggala yg lagi survive di kedalaman 700 meter..,” kata Denny Siregar, Jumat 23 April 2021.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut (Kadispen) Laksamana Pertama TNI Julius Widjojono memperkirakan kapal selam KRI Nenggala-402 yang hilang kontak saat melakukan latihan di perairan Bali karam di kedalaman 600-700 meter.

Kemungkinan itu diungkap setelah timnya melakukan pencarian atas terhadap kapal yang hilang kontak sejak Rabu (21/4) pagi.

"Kemungkinan [masuk palung]. Kemungkinan di [kedalaman] 600-700 meter," kata Julius seperti dilansir CNNIndonesia.com, Rabu (21/4).

Saat ini tim dari TNI Angkatan Laut masih berusaha melakukan pencarian atas untuk menemukan kapal selam yang membawa 53 orang awak prajurit tersebut. Julius pun berharap kapal bisa segera ditemukan dan seluruh awak bisa diselamatkan.

"Doakan segera ketemu. Dan semua teman saya selamat," ucap Julius.

Kapal Selam KRI Nenggala-402 adalah satu dari lima kapal selam milik TNI AL. Kapal ini merupakan kapal selam buatan Jerman yang mampu melakukan penyelaman selama tiga bulan.

Dalam spesifikasinya, kapal tersebut mampu menyelam hingga kedalaman 500 meter di bawah permukaan laut. Keterangan spesifikasi ini menunjukkan kemungkinan kapal menyelam melebihi batas, sebab menurut perkiraan awal KRI Nanggala saat ini diprediksi telah berada di kedalaman 700 meter.

KRI Nanggala-402 dilengkapi persenjataan 14 buah torpedo 21 inci dalam delapan tabung dengan jarak tembaknya hingga 2 mil.

Selain tim dari TNI, Basarnas juga bersiaga menurunkan personel dan kapal untuk membantu proses pencarian. Kepala Basarnas Marsda Henri Alfiandi mengatakan akan menerjunkan KN SAR Wisnu yang diberangkatkan dari Tanjung Priok, Jakarta Utara.

"KN SAR Wisnu dari Tanjung Priok kita siapkan berangkat dengan peralatan lengkap," kata Henri.

Dia juga memastikan, personelnya menyiapkan kapal beserta peralatan pendeteksi bawah laut untuk membantu pencarian

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto