Netral English Netral Mandarin
banner paskah
10:00wib
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Inspektur Jenderal Istiono bakal memberi sanksi dua kali lipat kepada personelnya yang kedapatan meloloskan pemudik pada 6-17 Mei 2021 mendatang. Presiden Joko Widodo meminta semua anggota Kabinet Indonesia Maju dan pimpinan lembaga tinggi negara untuk tidak mengadakan acara buka puasa bersama di tengah pandemi virus corona (Covid-19).
PPKM Diberlakukan, Pengguna KRL Berkurang

Kamis, 14-January-2021 23:20

PPKM Diberlakukan, Pengguna KRL Berkurang
Foto : PT KAI
PPKM Diberlakukan, Pengguna KRL Berkurang
21

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Mobilitas pengguna kereta rel listrik (KRL) terpantau berkurang di hari keempat Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada 14 Januari 2021.

KAI Commuter mencatat pengguna KRL dalam tiga hari pemberlakuan PPKM 11-13 Januari 2021 adalah masing-masing 382.680 (11 Januari), 349.811 (12 Januari), dan 350.869 (13 Januari) atau total sebanyak 1.083.360 orang.

“Jumlah ini berkurang lima persen dibanding hari Senin hingga Rabu pekan lalu yang total mencapai 1.138.175 orang,” kata Vice President Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba, Kamis, (14/1/2021).

Sejalan dengan arahan pemerintah dalam pemberlakuan PPKM, KAI Commuter mulai 11 Januari 2021 melakukan penyesuaian operasional KRL dengan 964 perjalanan KRL per hari dimulai pukul 04.00-22.00 WIB.

Dalam dua hari pemberlakuan PPKM, tren volume pengguna pada pagi hari masih terfokus pada pukul 07.00-08.00 WIB, namun jumlahnya berkurang dibandingkan sebelum adanya PPKM. Sementara pada sore hari, kepadatan pengguna berpusat pada pukul 17:00 – 18:00 WIB.

“Guna menghindari kepadatan terutama pada sore hari, KAI Commuter mengajak pengguna untuk merencanakan perjalanannya agar terhindar dari potensi kepadatan saat menggunakan KRL dengan memanfaatkan aplikasi KRL Access. Pengguna bisa melihat jadwal, posisi real time KRL, serta kondisi antrean di stasiun melalui aplikasi KRL Access,” kata Anne.

Selama masa pandemi COVID-19 ini, KAI Commuter telah melakukan protokol kesehatan yang ketat dimulai dari mewajibkan penggunaan masker, menjaga jarak saat di dalam KRL, mencuci tangan, pengecekan suhu tubuh, melakukan penyekatan sebelum naik KRL, pembatasan kapasitas pengguna hingga 74 orang per kereta, serta memasang marka physical distancing baik di stasiun maupun di dalam KRL.

Selain itu, petugas secara rutin membersihkan sarana KRL dan penyemprotan disinfektan ketika KRL selesai berdinas.KAI Commuter mengajak seluruh pengguna untuk bekerja sama menekan penyebaran COVID-19 dengan tetap menjalankan protokol kesehatan saat beraktivitas di luar rumah. Selain itu sebagai penyedia jasa transportasi, KAI Commuter memerlukan dukungan kerja sama dari berbagai pihak untuk mengatur potensi kepadatan pengguna di KRL maupun stasiun.

Dilansir Antara, dukungan tersebut antara lain mengajak para pengguna untuk melaksanakan arahan pemerintah yang membatasi pelaksanaan bekerja dari kantor atau work from office (WFO) sebesar 25 persen serta mengurangi mobilitas.

Reporter : Sulha
Editor : Sulha Handayani