Netral English Netral Mandarin
banner paskah
11:41wib
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem mulai Rabu (14/4) hingga Kamis (15/4). Cuaca ekstrem ini diakibatkan Siklon Tropis Surigae. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyebut semua komponen utama yang digunakan dalam pengembangan Vaksin Nusantara diimpor dari Amerika Serikat.
Pengamat: Peluang Presiden Tiga Periode Sudah Tertutup

Jumat, 26-Maret-2021 21:25

Pengamat Komunikasi Politik, Jamiluddin Ritonga
Foto : Istimewa
Pengamat Komunikasi Politik, Jamiluddin Ritonga
14

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pengamat Komunikasi Politik, Jamiluddin Ritonga menyebut, partai besar sudah menolak kemungkinan penambahan masa jabatan presiden menjadi tiga periode. Bahkan, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dengan tegas menolak wacana itu.

Sikap parpol tersebut, lanjutnya, telah memupus agenda para petualang politik yang menggulirkan wacana itu, termasuk bagi pihak yang mewacanakan kemungkinan duet Joko Widodo (Jokowi)- Prabowo Subianto di Pilpres 2024 nanti.

"Penolakan partai-partai besar itu telah memupus agenda para petualang politik. Termasuk para petualang politik yang ingin menduetkan Joko Widodo dengan Prabowo Subianto pada Pilpres 2024," kata Jamiluddin dalam keterangan tertulisnya, Jumat (26/3/2021).

Jamaluddin mengatakan, keinginan para petualang politik itu memang harus ditolak karena dapat merusak sistem demokrasi yang sudah dibangun sejak reformasi dikumandangkan.

"Bangsa dan negara ini tidak boleh lagi kembali ke zaman kegelapan seperti pada Orde Lama dan orde Baru. Sejarah juga sudah membuktikan semakin lama seseorang berkuasa akan semakin besar peluangnya untuk korupsi. Ini artinya, ada korelasi lama berkuasa dengan perilaku koruptif," ujarnya.

Jadi, lanjut Jamaluddin, dengan tetapnya masa jabatan presiden dua periode, maka demokrasi di Indonesia akan makin terjaga. Semangat memberantas korupsi, kolusi dan nepotisme diharapkan juga akan tetap membara.

Selain itu, Jamaluddin berpendapat, pada Pilpres 2024 juga dimungkinkan akan muncul capres dan cawapres yang memiliki visi dan misi lebih baik yang sangat diperlukan untuk membangun kembali negeri ini dari keterpurukannya.

"Apalagi saat ini di masyarakat sudah muncul kejenuhan dan keputusasaan masyarakat atas terpuruknya kondisi ekonomi. Mereka ini perlu pemimpin yang mumpuni, amanah, dan berintegritas," ucap dia.

Jamaluddin menambahkan, dengan adanya capres dan cawapres yang baru pada tahun 2024, optimisme masyarakat diharapkan akan tumbuh. Optimisme masyarakat perlu dibangun sejak sekarang agar dapat menjadi kekuatan falam menghadapi kondisi ekonomi yang sangat berat ini.

"Untuk itu, partai politik sebaiknya sudah memunculkan capres dan cawapres terbaiknya lebih awal. Para calon yang diusung diharapkan tidak hanya dari kadernya yang itu-itu saja, sehingga anak bangsa yang memang unggul berpeluang jadi capres dan cawapres. Kepada mereka inilah nasib bangsa dan negara kita titipkan," pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengomentari adanya isu skenario memperpanjang masa jabatan Presiden menjadi tiga periode. Ia mengatakan, pihak yang menggulirkan isu tersebutlah yang sebetulnya menginginkan bisa berkuasa hingga tiga periode di masa mendatang.

"Hari-hari ini Pak Jokowi dikocok berkeinginan, katanya, untuk tiga periode. Lha orang yang ngomong itu yang kepengin sebetulnya, suatu saat siapa tahu dianya bisa jadi ingin tiga periode," ujar Megawati, Rabu (24/3/2021). 

Pasalnya, lanjut Presiden ke-5 itu, aturan undang-undang soal masa jabatan presiden sudah jelas. "Aturan mainnya sudah ada, memangnya presiden bisa langsung mengubah keputusan secara konstitusi? Kan tidak," kata Mega.

Diketahui, isu tersebut kembali ramai dibicarakan setelah dibahas oleh pendiri Partai Ummat Amien Rais. Ia curiga ada skenario yang dimainkan rezim saat ini untuk meminta MPR menggelar sidang istimewa dan mengamendemen UUD 1945 mengenai ketentuan soal masa jabatan presiden supaya Jokowi bisa menjabat tiga periode.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati