Netral English Netral Mandarin
banner paskah
18:04wib
Leicester City berhasil menyabet gelar juara Piala FA usai membungkam Chelsea 1-0 di Stadion Wembley, Sabtu (15/5). Gol tunggal kemenangan The Foxes dicetak oleh Youri Tielemans di menit ke-63. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan untuk menutup sementara Taman Impian Jaya Ancol, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), dan Taman Margasatwa Ragunan, pada 16-17 Mei 2021.
Pendiri NU Hilang dari Kamus Sejarah, Mardani: Perkara Besar, Tak Boleh Selesai dengan Minta Maaf

Jumat, 23-April-2021 07:03

Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera.
Foto : Fajar
Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera.
4

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menilai, tidak dimasukkannya jejak pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Hasyim Asy’ari dalam Kamus Sejarah Indonesia Jilid I, merupakan perkara besar yang tidak cukup diselesaikan dengan meminta maaf.

Menurutnya, perlu dilakukan investigasi menyeluruh untuk mengetahui motif di balik hilangnya nama KH Hasyim Asy'ari dari kamus sejarah yang disusun Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) itu.

"Fakta hilangnya KH Hasyim Asyari dalam buku sejarah adalah perkara besar. Tidak boleh selesai dengan minta maaf," tulis Mardani di akun Twitternya, Kamis (22/4/20021).

"Perlu dilakukan investigasi menyeluruh terkait motif di balik hilangnya nama pahlawan nasional sekaligus pendiri ormas NU tersebut," jelas Anggota Komisi II DPR itu.

Sebelumnya, Kemendikbud angkat bicara menanggapi isu penghilangan jejak tokoh pendiri NU Hadratus Syech Hasyim Asy’ari dalam Kamus Sejarah Indonesia Jilid I.

Direktur Jenderal (Dirjen) Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid mengatakan,buku Kamus Sejarah Indonesia Jilid I itu tidak pernah diterbitkan secara resmi.

Menurutnya, dokumen tidak resmi yang sengaja diedarkan di masyarakat oleh kalangan tertentu merupakan salinan lunak (softcopy) naskah yang masih perlu penyempurnaan.

"Naskah tersebut tidak pernah kami cetak dan edarkan kepada masyarakat," kata Hilmar dalam siaran pers di laman resmi Kemendikbud pada Selasa (20/4/2021).

Hilmar juga mengungkapkan bahwa naskah buku tersebut disusun pada tahun 2017, sebelum periode kepemimpinan Mendikbud Nadiem Anwar Makarim.

"Selama periode kepemimpinan Mendikbud Nadiem Anwar Makarim, kegiatan penyempurnaan belum dilakukan dan belum ada rencana penerbitan naskah tersebut,” jelasnya.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli