Netral English Netral Mandarin
banner paskah
09:15wib
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Inspektur Jenderal Istiono bakal memberi sanksi dua kali lipat kepada personelnya yang kedapatan meloloskan pemudik pada 6-17 Mei 2021 mendatang. Presiden Joko Widodo meminta semua anggota Kabinet Indonesia Maju dan pimpinan lembaga tinggi negara untuk tidak mengadakan acara buka puasa bersama di tengah pandemi virus corona (Covid-19).
Pendakwah Harun Yahya Klaim Miliki 1.000 Kekasih, EK: Kalau Cuma Ngejar 72 mah Kecil..

Selasa, 12-January-2021 16:17

Pendakwah Harun Yahya Klaim Miliki 1.000 Kekasih
Foto : GoKepri.com
Pendakwah Harun Yahya Klaim Miliki 1.000 Kekasih
12

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Divonis 1.075 tahun penjara oleh pengadilan Istanbul di Turki, penulis kontroversial Adnan Oktar alias Harun Yahya bersikeras menolak seluruh dakwaan pidana yang dijeratkan terhadapnya. Dia menyangkal dakwaan pelecehan seksual dengan mengklaim dirinya memiliki banyak kekasih.

Seperti dilansir AFP dan media lokal Turki, Daily Sabah, Selasa (12/1/2021), dalam pembelaan akhir di sidang, Oktar menyampaikan bantahan terhadap dakwaan-dakwaan yang dijeratkan padanya. Di hadapan hakim pada Desember lalu, Oktar mengklaim memiliki 'hampir 1.000 kekasih' saat menyangkal dakwaan pelecehan seksual.

Menanggapi berita tersebut, pegiat media sosial Eko Kuntadhi melalui akun Twitternya, Selasa (12/1/21) mengatakan: "Kalau cuma ngejar 72 mah, kecil..."

Ia juga mencuit: "Di dalam negeri, tokoh agama yang dipuja terbelit pidana. Ya Rizieq, ya Bahar, ya Bahtiar Nasir. Di LN, pujaan mereka sama. Zakir Naik dihukum di India karna penggelapan dana dan terorisme."

"Harun Yahya dihukum di Turki karena perkosaan. Kriminali memuja kriminal," tegas Eko.

Sementara sebelumnya diberitakan, pada Oktober tahun lalu, Oktar menyebut dirinya memiliki 'luapan cinta untuk wanita-wanita'.

"Ada luapan cinta di hati saya untuk wanita. Cinta adalah kualitas manusia. Itu kualitas seorang Muslim," ucap Oktar dalam sidang saat itu.

Dalam sidang lainnya, Oktar menyampaikan komentar berbunyi: "Saya luar biasa kuat."

Oktar juga menyangkal dakwaan mengelola organisasi kriminal yang dijeratkan padanya, dengan mengklaim dirinya hanya memiliki banyak sekali teman. Sementara soal dakwaan terlibat kelompok Fethullah Gullen dan dakwaan spionase, Oktar menyalahkan konspirasi melawan dirinya oleh 'kekuatan tertentu'.

Pada Senin (11/1) waktu setempat, Oktar dijatuhi vonis total 1.075 tahun 3 bulan penjara oleh pengadilan Istanbul.

Dia dinyatakan bersalah atas berbagai tindak pidana mulai dari mendirikan dan memimpin organisasi kriminal, melakukan spionase politik atau militer, membantu Kelompok Teroris Gulenist (TFO), melakukan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur, penganiayaan seksual, merampas kebebasan orang lain, penyiksaan, mengganggu hak atas pendidikan, mencatat data pribadi dan membuat ancaman.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto