Netral English Netral Mandarin
banner paskah
00:35wib
Indonesia Corruption Watch menilai pengelolaan internal Komisi Pemberantasan Korupsi sudah bobrok. Kapal selam KRI Nenggala-402 yang hilang kontak saat melakukan latihan di perairan Bali karam di kedalaman 600-700 meter.
Pemerintah Mau Impor Beras, Gus Nadir Minta Ulama dan Kiai Ikut Bersuara: Jadi Perhatian Bersama Nasib Petani 

Rabu, 17-Maret-2021 19:15

Ilustrasi petani
Foto : Istimewa
Ilustrasi petani
18

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Rais Syuriyah Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Australia-New Zealand KH Nadirsyah Hosen meminta kepada Ulama serta Kiai ikut memperjuangkan nasib para petani.

Dia pun para pemuka agama buat mengkaji para ahli buat ikut menyuarakan terkait lingkungan serta petani. Apalagi, isu soal berubahnya status limbah pada sektor pertambangan.

"Aturan soal Miras, langsung pada rame. Haram! Aturan soal limbah batu bara? Impor beras? Haram juga gak nih? Monggo para Kiai dan Ulama bersuara juga, tentu setelah mengkajinya dg melibatkan pihak lainnya. Soal lingkungan dan nasib petani harus jadi perhatian bersama," tulisnya seperti dilansir Jakarta, Rabu (17/3/2021).

Seperti diketahui, pemerintah berencana mengimpor 1 juta ton beras dalam waktu dekat. Di sisi lain, Bulog masih memprioritaskan stok beras dari dalam negeri.

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan impor beras dilakukan untuk menjaga stok beras nasional dan menstabilkan harga.

"(Impor) ini bagian dari strategi memastikan harga stabil. Percayalah tidak ada niat pemerintah untuk hancurkan harga petani terutama saat sedang panen raya," ujar Lutfi dalam konferensi pers virtual Seperti dinukil kompas.com 

Reporter : PD Djuarno
Editor : Sesmawati