Netral English Netral Mandarin
14:17wib
Hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) menunjukkan bahwa lebih dari 90 persen masyarakat setuju sekolah dan rumah ibadah dibuka kembali meski masih di tengah kondisi pandemi corona. Data pengguna Facebook yang mencapai 533 juta, baru-baru ini dikabarkan telah dicuri hacker. Facebook menyatakan, tak akan memberi tahu data siapa saja yang telah dicuri.
Pemerintah Larang Mudik, Fadli Zon: Kalau Wisata Diperbolehkan Akan Ada Jenis Wisata Baru Wisata Mudik

Jumat, 09-April-2021 10:00

Fadli Zon
Foto : Istimewa
Fadli Zon
3

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Politisi partai Gerindra Fadli Zon mengkritik kebijakan pemerintah terkait larangan mudik. Namun, Fadli mengatakan kebijakan tersebut menimbulkan aktivitas baru pada masyarakat yaitu wisata mudik.

"kalau mudik dilarang dan wisata dibolehkan, maka akan ada jenis wisata baru, wisata mudik," tulisnya seperti dilansir di Jakarta, Jumat (9/4/2021).

Sebelumnya, tahun ini mudik Lebaran dilarang oleh pemerintah. Kebijakan itu berlaku bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS), TNI-Polri, karyawan BUMN, hingga karyawan swasta baik itu yang merupakan pekerja formal maupun informal, serta masyarakat umum lainnya.

Mudik dilarang pada 6-17 Mei 2021 bagi seluruh kalangan. Pemerintah mengimbau agar masyarakat tidak melakukan pergerakan atau kegiatan di tanggal tersebut kecuali dalam keadaan mendesak dan perlu.

Mereka yang nekat mudik Lebaran tentu akan mendapatkan sanksi. Berkaca dari larangan mudik 2020, Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi pernah mengatakan bahwa sanksinya berpatokan pada Undang-undang (UU) Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

"Sanksinya itu ada di UU Karantina No 6 Tahun 2018 ada itu. Saya nggak hapal persis, tapi mungkin akan kita ambil dari situ," jelas Budi kepada detikcom, 21 April 2020 lalu.

Bila dilihat dari UU 6/2018, dalam pasal 93 disebutkan ada hukuman kurungan paling lama setahun dan denda maksimal hingga Rp 100 juta bilang melanggar aturan mudik Lebaran.

Reporter : PD Djuarno
Editor : Sesmawati