Netral English Netral Mandarin
banner paskah
14:16wib
Pemerintah melalui Kementerian Agama memutuskan awal puasa atau 1 Ramadan 1442 Hijriah di Indonesia jatuh pada Selasa (13/4/2021). Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) setuju penggabungan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).
Pemerintah ‘Esuk Dhele Sore Tempe’, Baru Kemarin Bilang Boleh, Sekarang Dilarang Mudik  

Jumat, 26-Maret-2021 12:05

Ilustrasi mudik yang senantiasa dinantikan masyarakat Indonesia
Foto : Donisaurus
Ilustrasi mudik yang senantiasa dinantikan masyarakat Indonesia
8

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Mungkin publik kecewa. Di sisi lain juga bingung. Bahkan mungkin ada yang mangkel. Tapi juga mungkin banyak yang mendukung. Pasalnya, baru kemarin pejabat kemeterian Pemerintah Jokowi sebut boleh mudik, menteri lain menolak, dan sekarang ketok palu “mudik dilarang.”

Dalam bahasa Jawa, ini bisa digolongkan dalam istilah “esuk dhele, sore tempe” yang artinya pendirian tak tetap alias mencla-mencle. 

Padahal sederhana. Publik membutuhkan bahasa kepastian dan tidak membingungkan untuk menjadi bekal membuat keputusan. Bagaimana tidak? Mudik itu butuh rencana bahkan dalam banyak hal seseorang akan membeli tiket jauh-jauh hari sebelumnya. 

Masyarakat Indonesia selalu menantikan momen tahunan yakni mudik saat lebaran. Momen penting ini butuh kepastian hukum boleh dan tidaknya.

Jika ternyata mendadak tidak boleh/dilarang, betapa kecewa dan menyusahkan orang yang sudah telanjur keluar koceknya. 

Oleh sebab itu, para pejabat sebaiknya pastikan kata-kata dari lidah yang digerakkan. Koordinasi dan kepastian akan membuat situasi tidak gaduh. 

Meski alasan larangan mudik bisa diterima, namun cara dan kesimpangsiuran yang telanjur tersebar ke masyarakat alangkah sangat disayangkan.  

Berikut kronologisnya.

Larangan mudik 

Untuk diketahui, hari ini Pemerintah menyatakan melarang mudik Lebaran 2021 pada 6-17 Mei 2021. Keputusan itu diambil dengan mempertimbangkan risiko penularan Covid-19.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy mengatakan angka penularan dan kematian Covid-19 masih tinggi terutama pasca libur panjang.

"Cuti bersama idul fitri satu hari ada, tapi enggak boleh ada aktivitas mudik. Pemberian bansos akan diberikan," kata Muhadjir di Jakarta, Jumat (26/3/2021).

"Mekanisme pergerakan orang dan barang akan diatur kementerian dan lembaga terkait. Untuk kegjatan keagaman dalam rangka menyambut Ramadan akan diatur Kemenag, dan berkonsultasi dengan organisasi keagamanan," kata Muhadjir.

Kebijakan melarang mudik lebaran ini, menurut Muhadjir, diambil sesuai arahan Presiden joko Widodo pada 23 Maret 2021.

"Ditetapkan bahwa tahun 2021 mudik ditiadakan. Berlaku untuk seluruh ASN/TNI-Polri karyawan swasta maupun pekerja mandiri dan seluruh masyarakat.

Imbauan Tak Mudik

Sebelumnya, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin memang sempat mengatakan tidak menganjurkan masyarakat untuk mudik dan bepergian saat libur Lebaran tahun ini demi menekan penularan virus corona (Covid-19) yang masih tinggi.

Budi mengimbau agar masyarakat Indonesia merayakan Hari Idul Fitri yang jatuh sekitar tanggal 13 April itu dengan tetap berada di rumah saja.

"Terlihat tren setiap kali libur panjang dengan mobilitas tinggi itu rata-rata kasus positif naik 30-40 persen. Kita melihat lebaran tahun lalu seperti itu, libur Natal dan Tahun Baru juga dampaknya sangat tinggi," kata Budi dalam jumpa pers Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro Jilid 3 pada Sabtu (20/2).

"Nah liburan panjang besar berikutnya adalah libur Lebaran. Ini tolong diimbau agar kalau bisa lakukan terbatas saja, di rumah saja. Karena itu tadi jangan sampai yang sudah dilakukan bagus sekarang harus kita ulang lagi karena ada kenaikan kasus positif lagi," paparnya menambahkan.

Berkaca dari libur Tahun Baru Imlek kemarin, Budi berkata mobilitas masyarakat tidak terlalu tinggi. Ia berharap hal itu bisa menekan jumlah penularan corona ke depannya.

"Kita bersyukur Imlek kemarin mobilitas tidak naik terlalu tinggi. Nanti kita lihat dalam dua pekan ke depan dampaknya seperti apa tapi Insyaallah (kasus penularan corona) tidak tinggi," kata Budi.

Sementara itu, kasus positif virus corona bertambah 10.614 pada Jumat (19/2).

Dengan demikian, total jumlah kasus positif virus di Indonesia sebanyak 1.263.299 kasus dengan total 35.152 meninggal dunia dan 1.069.005 sembuh.

Menhub Bolehkan Mudik

Namun di sisi lain, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sempat menyatakan tidak akan melarang masyarakat untuk mudik Lebaran tahun ini, walaupun pandemi corona belum mereda.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi juga sempat mengungkap bahwa ia akan membuat mekanisme protokol kesehatan ketat yang disusun pihaknya dan Gugus Tugas Covid-19.

"Terkait dengan mudik 2021 pada prinsipnya pemerintah lewat Kemenhub tidak akan melarang. Kami akan koordinasi dengan Gugus Tugas bahwa mekanisme mudik akan diatur bersama dengan pengetatan, dan lakukan tracing pada mereka yang mereka yang akan berpergian," ujar Budi Karya dalam rapat kerja dengan komisi V DPR RI, Selasa (16/3).

Meski demikian, ia mengingatkan potensi lonjakan penumpang, terutama usai vaksinasi corona dilakukan.

"Kami sudah petakan beberapa isu penting. Pasti akan terjadi lonjakan, program vaksinasi diprediksi akan membuat masyarakat ingin berpergian," kata Budi dinukil CNN Indonesia.

Penulis: Ahmad Suteja

Pengamat Sosial tinggal di Bogor

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto