Netral English Netral Mandarin
banner paskah
16:06wib
Pengadilan Negeri (PN) Surabaya menolak gugatan pedangdut Rhoma Irama sebesar Rp1 miliar melawan PT Sandi Record. Komisi IX DPR akan memanggil Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI yang masih mengizinkan Vaksin AstraZeneca untuk digunakan di Indonesia.
Jadi Korban Rasis, Pemain Papua Ini Banjir Dukungan, Netizen: Apa Harus Jadi Anak Presiden Buat Tangkap Pelakunya? 

Selasa, 23-Maret-2021 18:40

Ilustrasi pertandingan sepakbola
Foto : Istimewa
Ilustrasi pertandingan sepakbola
9

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pemain tim nasional sekaligus klub PSM Patrich Wanggai jadi korban rasisme. Perbuatan keji itu didapatkan usai melakukan pertandingan Piala Menpora.

Baru diperbolehkannya pertandingan sepakbola usai Pandemi melanda dunia sejak tahun lalu. Namun, kelakuan sejumlah pelaku di media sosial menodai dengan penghinaan rasialis terhadap pemain asli Papua itu.

Apalagi, banjir dukungan juga mengalir kepada Patrich Wanggai. Netizen ikut menyemangati serta meminta pelaku rasis harus ditangkap segera. Berikut rangkumannya. Selasa (23/3/2021) 

@dafidab: "Polisi virtual gak mau kasih pembinaan sama akun-akun rasis di IG-nya Patrich Wanggai? Jakarta semua lho itu. Deket banget sama kantor pusat.Gak kayak di Slawi yang jauh itu. Apa karena Wanggai harus jadi anak presiden dulu?"

@medioclubid: “KICK RACISM OUT! Baru saja kita memberitakan tentang kampanye rasisme, sangat disayangkan malam ini terjadi di sosial media Indonesia. Kemenangan PSM Makassar atas Persija menyisakan komentar-komentar bernada kasar dan rasis di akun IG Patrich Wanggai. #IMC.”

@theredsindo: "Kenapa ya kecenderungan suporter kita tetap berbicara"harga diri" sekalipun itu turnamen pra-musim? Persija diserang suporternya, Patrich Wanggai diserang dengan ucapan rasis. Padahal kalo dipikir Piala Menpora ini apa? Bahkan sekalipun liga, rasisme tak boleh mendapat tempat.

Reporter : PD Djuarno
Editor : Taat Ujianto