Netral English Netral Mandarin
banner paskah
08:07wib
Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin, Senin (10/5/2021), mengumumkan lockdown atau penerapan perintah kontrol pergerakan (MCO) di seluruh wilayah negara untuk mencegah penyebaran Covid-19. Kementerian Agama akan menggelar sidang isbat atau penetapan 1 Syawal 1442 Hijriah pada hari ini, Selasa (11/5) secara daring dan luring.
Pelaku Pelecehan Islam jadi Buronan Interpol, EK Pertanyakan Waloni dan UAS

Senin, 19-April-2021 16:40

Pegiat Media Sosial Eko Kuntadhi
Foto :
Pegiat Media Sosial Eko Kuntadhi
6

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pegiat media sosial (medsos) Eko Kuntadi (EK) menyoroti status buronan Joseph Wang atau Joseph Paul Zhang oleh Interpol.

Joseph Wang dicari polisi karena mengaku sebagai nabi ke-26. Tak hanya itu dalam akun YouTubenya, Joseph juga melecehkan Islam.

Eko mengatakan banyak yang protes saat status Joseph ditetapkan sebagai tersangka, sementara Ustadz Yahya Waloni dan UAS tidak ditindak. 

"Orang protes. Mempertanyakan Waloni dan Somad kok gak ditindak? Gak adil!," kata Eko Kuntadi dalam akun Twitternya. 

Namun dirinya sangsi, apakah ada yang telah melaporkan keduanya ke kepolisian. Berbeda dengan kasus Rizieq Shihab yang memang ada yang melaporkan.

"Emang Waloni dan Somad sudah ada yang laporin? Jangan-jangan gk pernah dilaporin," ujar Eko. 

"Kalau Rizieq, pernah. Pernyataanya soal 'bidan' itu. Ada pihak yg lapor polisi," lanjutnya.

Nama Jozeph Paul Zhang mendadak menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial. Bukan karena prestasinya, melainkan pernyataan-pernyataannya yang menistakan Islam. Salah satunya menyebut Allah SWT dikurung di dalam Ka'bah dan mengaku dirinya sebagai nabi ke-25. 

Penistaan itu disampaikan Jozeph dalam forum diskusi via zoom dengan tajuk "Puasa Lalim Islam" dan juga ditayangkan di saluran YouTube miliknya.

Di blog pribadinya, yang bersangkutan mengaku sebagai apologet Kristen dan pernah membaptis ratusan muslim. Apologet atau apologetika berasal dari kata Yunani apologia yang bermakna 'membela iman'.

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Sesmawati