Netral English Netral Mandarin
banner paskah
09:27wib
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Inspektur Jenderal Istiono bakal memberi sanksi dua kali lipat kepada personelnya yang kedapatan meloloskan pemudik pada 6-17 Mei 2021 mendatang. Presiden Joko Widodo meminta semua anggota Kabinet Indonesia Maju dan pimpinan lembaga tinggi negara untuk tidak mengadakan acara buka puasa bersama di tengah pandemi virus corona (Covid-19).
Berkoar-koar akan Bawa Senapan saat Biden Dilantik, Pejabat Loyalis Trump Ditangkap

Senin, 18-January-2021 09:00

Massa pro Trump gelar aksi di depan Capitol, gedung kongres di Washington DC, AS.
Foto : mia.mk
Massa pro Trump gelar aksi di depan Capitol, gedung kongres di Washington DC, AS.
294

WASHINGTON, NETRALNEWS.COM - Kementerian Kehakiman Amerika Serikat (AS) menyatakan, Minggu (17/1), bahwa pihaknya telah menangkap seorang pejabat dari negara bagian New Mexico yang berjanji akan ke Washington membawa senjata api untuk memprotes pelantikan Presiden Terpilih Joe Biden.

Pria bernama Cuoy Griffin, komisioner di sebuah county di New Mexico juga pendiri kelompok "Cowboys for Trump", ditangkap di Washington atas tuduhan terkait dengan penyerangan Gedung Capitol pada 6 Januari lalu, demikian menurut dokumen yang diunggah di situs kementerian.

Griffin merupakan satu dari ribuan orang massa aksi yang menyerbu Gedung Capitol sebagai upaya mereka menghentikan Kongres mengesahkan kemenangan Biden atas Presiden Donald Trump dalam pemilu 3 November 2020, menurut dokumen dakwaan.

Dalam aksi itu, Griffin berdiri di tangga namun tak memasuki gedung.

Otoritas menyebut bahwa Griffin kembali ke New Mexico usai kejadian tersebut. Ia kemudian berbicara, dalam sebuah rapat pada 14 Januari, bahwa dirinya berencana akan kembali lagi ke ibu kota dengan membawa senapan dan revolver untuk memprotes pelantikan Biden, Rabu (20/1) ini.

Namun belum diketahui apakah Griffin tengah membawa senjata api ketika ia ditangkap. Sejauh ini, ia didakwa karena secara sengaja masuk atau berada di dalam gedung atau di area terbatas tanpa izin otoritas. Demikian laporan Reuters yang dilansir Antara.

Reporter : Irawan HP
Editor : Irawan HP