Netral English Netral Mandarin
banner paskah
15:18wib
Isu reshuffle kabinet kian mengemuka pasca rencana penggabungan Kemenristek ke dalam Kemendikbud. Satgas Penanganan Covid-19 memastikan pengembangan vaksin Merah Putih tetap berjalan dan tidak terpengaruh peleburan Kemenristek dengan Kemendikbud.
Yuk, Peduli Lingkungan Mulai dari Rumah

Sabtu, 27-Maret-2021 13:30

Mengajak anak menanam pohon mengajarkan kepedulian terhadap lingkungan yang bisa dimulai dari rumah.
Foto : marthasteward.com
Mengajak anak menanam pohon mengajarkan kepedulian terhadap lingkungan yang bisa dimulai dari rumah.
7

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kita harus ikut berupaya menjaga alam dan lingkungan dalam jangka panjang. Salah satu caranya dengan mengupayakan di dalam keluarga agar tercetak generasi yang peduli lingkungan.

Manusia atau anak yang lahir dari suatu keluarga yang peduli lingkungan, biasanya hatinya terpanggil dan berupaya memperbaikinya menjadi lebih baik.

Semua akan menjadi efektif jika dimulai dari pendidikan di dalam rumah. Apalagi, di tengah pandemi Covid-19 yang membatasi aktifitas masyarakat, sebenarnya bisa menjadi kesempatan untuk berbuat hal positif yang dimulai dari lingkungan sendiri.

Seperti dikutip dari laman Kemendikbud, Sabtu (27/3/2021) berikut langkah untuk mendorong kepedulian terhadap lingkungan yang bisa diterapkan dalam keluarga.

Pertama, ajari anggota keluarga menanam pohon adalah salah satu langkah yang efektif. Walau tidak memiliki lahan yang luas atau memadai, menanam pohon bisa dilakukan dengan media tanah di dalam pot.

Kedua, mengurangi penggunaan plastik. Sebagai penggantinya kita bisa menggunakan tas kain yang bisa dicuci dan digunakan berulang-ulang. Begitu juga dengan penggunaan botol plastik agar sampah plastik tidak selalu bertambah. Jadi pastikan membawa botol minuman dari rumah.

Ketiga, biasakan membuang sampah pada tempatnya. Memilah sampah organik dan anorganik bisa menjadi cara efektif peduli pada lingkungan.

Keempat, air itu sumber kehidupan yang harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Jadi hukumnya wajib menghemat air, atau menggunakan secukupnya.

Kelima, hemat listrik. Tanamkan kebiasaan di keluarga agar mematikan lampu atau alat-alat yang berhubungan dengan listrik bila sudah tidak dipakai.

Keenam, hemat gunakan kertas dan tisu karena bahan pembuatannya berasal dari pohon. Bila kebutuhan kertas meningkat maka terjadi penebangan pohon hingga kelestarian hutan terganggu.

Ketujuh, pahami bahwa plastik itu benda yang bersifat anorganik dan kimia, dan butuh waktu 10 tahun berproses menjadi tanah. Untuk itu penggunaannya harus dibatasi.

Kedelapan, kurangi penggunaan kendaraan bermotor agar dapat mengurangi polusi terhadap lingkungan juga dapat menghemat sumber energi bumi yang terus berkurang.

Sebagai dukungan terhadap gerakan peduli lingkungan, SIG Group mengadakan lomba foto dan video pada 8 Februari hingga 7 Maret 2021. Sebanyak 2.645 karya inspiratif terkumpul dari lomba ini.

Tim juri telah menentukan 8 pemenang. Misi #DariBibitJadiHabit dimenangkan oleh Inneke Putri Sundari asal Surabaya, Jawa Timur dan Fikram asal Makassar, Sulawesi Selatan.

Misi #DariTerbengkalaiJadiBernilai dimenangkan oleh Theresia Magdalena asal Bekasi, Jakarta Barat dan Elita Fidiya Nugrahani asal Gresik, Jawa Timur.

Misi #DariKonsumtifJadiProduktif dimenangkan oleh Fitriana Lestari asal Sukabumi, Jawa Barat dan Diah Pitaloka asal Depok, Jawa Barat.

Sedangkan misi #DariUsahaJadiBerdaya dimenangkan oleh Yogi Sutrisno asal Purbalingga, Jawa Tengah dan Winda Az Zahra asal Bekasi, Jawa Barat.

Direktur Utama SIG Group, Hendi Prio Santoso mengapresiasi dan berterima kasih atas partisipasi masyarakat dalam mengikuti Gerakan peduli lingkungan ini.

"Meski gerakan #MulaiBerubahDariRumah dilakukan dalam waktu singkat yakni satu  bulan, namun antusias peserta cukup tinggi, terbukti banyaknya karya inspiratif yang berhasil terkumpul," ujarnya.  

Reporter :
Editor : Irawan HP