Netral English Netral Mandarin
banner paskah
02:16wib
Manchester City melewatkan kesempatan mengunci gelar juara Liga Inggris musim ini seusai menderita kekalahan dari Chelsea, Sabtu (8/5/2021) malam WIB. Potongan surat perihal penonaktifan 75 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tidak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK) beredar.
Yakin Tak Akan Bisa Ditangkap, Paul Zhang Bakal seperti Christian Prince? Netizen: Dia Lebih 'Sopan' Menyerang Islam

Selasa, 20-April-2021 07:42

Paul Zhang yang hebohkan media sosial
Foto : Istimewa
Paul Zhang yang hebohkan media sosial
6

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Jozeph Paul Zhang tampil di Youtube dengan kepercayaan diri bahwa dirinya tak akan bisa ditangkap oleh polisi Indonesia. 

Di media sosial, banyak netizen semakin geram. Hal ini seperti tercermin di akun FB Mak Lambe Turah, Selasa (20/4/21). Bahkan, ada juga yang menyebutnya bahwa pernyataannya sebenarnya lebih “sopan” ketimbang Christian Prince yang menyerang Islam dan selama ini tak pernah bisa ditangkap polisi Indonesia.

MLT: “Udah kelihatan dari gayanya, kalo makin songong berarti emang diluar negeri. Coba kalo masih di Indonesia, mana berani ente.”

Ali Nursea: “Pecundang. Dia ketakutan dan mengaku udh lepas wni karena dia tahu sedang dicari Polisi Indonesia dan Interpol.”

Mery Surjanah: “Jgn mmbawa nama gereja km....kristen tdk sperti km...”

Amel Path: “Yg disini Aja ... bebas . Sibuk dgn yg jauhhh. Katanya sama dimata hukum ternyata pilih pilih juga.”

Handa Sugiharto: "Kalau sdh lepas WNI, gak bisa dijerat hukum Indonesia. Pernyataannya jauh lebih "sopan" dibandingkan pernyataan2 David Wood atau Christian Prince yg lebih keras menyerang Islam. Cek saja di YouTube. Dan polisi / interpol gak bisa menjerat dg penistaan agama."

Sebelumnya diberitakan, Jozeph Paul Zhang dinilai telah melakukan ujaran kebencian yang disiarkan melalui akun Youtubenya. Itu sebagaimana dalam Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Selain itu, pemilik nama asli Shindy Paul Soerjomoelyono itu juga bisa dijerat penistaan agama sebagaimana dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP).  

Hal itu diungkap Karo Penmas DivisiHumas Polri, Brigjen Pol Rusdi Hartono kepara wartawan, Senin (19/4/2021).

“Pertama ujaran kebencian dalam UU ITE, dan juga penodaan agama yang ada di KUHP, dikenakan Undang-Undang ITE, khususnya pasal 28 Ayat 2, kemudian KUHP tentang penodaan agama itu Pasal 156 huruf a,” ungkap Rusdi.

Pihaknya juga memastikan akan segera menerbitkan Daftar Pencarian Orang (DPO) terhadap Jozeph. Dokumen DPO ini nantinya diserahkan dan sekaligus menjadi dasar bagi Interpol untuk menerbitkan Red Notice..

Langkah ini dilakukan lantaran Jozeph saat ini berada di luar negeri. “Daftar pencarian orang ini menjadi dasar bagi Interpol untuk menerbitkan red notice,” jelas Rusdi.

Rusdi juga mengungkap, Bareskrim juga sudah berkoordinasi dengan Kedubes Indonesia di Jerman.

Nantinya, atase kepolisian di Jerman akan membantu Polri memburu Jozeph.

“Tentunya atase kepolisian sedang melaksanakan tugas, melakukan hal-hal yang diperlukan untuk menyelesaikan kasus ini,” ungkap dia. Sementara, menindaklajuti dugaan penistaan agama, Polri juga sudah meminta sejumlah keterangan saksi ahli.

Mulai dari ahli bahasa, ahli sosiologi hukum, dan ahli pidana.  

Para saksi ahli tersebut diminta menganalisa pernyataan-pernyataan yang dilontarkan Jozeph melalui akun Youtube miliknya.

Karena itu, Rusdi memastikan bahwa pihaknya tidak tinggal diam dan akan memproses perkara ini.

“Keterangan ini sangat berguna untuk penyidik. Kami akan tindaklanjuti dan menangkap pelaku yang kini ada di Jerman,” tegasnya.

Berlindung di balik Hukum Eropa

Jozeph Paul Zhang mengaku dirinya sudah bukan lagi WNI. Status kewarganegaraan itu dilepasnya saat meninggalkan Indonesia.  

Hal itu diungkap Jozeph dalam video pertemuan dirinya bersama komunitasnya melalui aplikasi Zoom dan dinggah di akun Youtube-nya, Senin (19/4/2021).

Hal itu bermula dari seorang pengikutnya yang menyinggung bahwa Jozeph saat ini tengah viral dan diburu Bareskrim Polri.

“Jangan gentar ya Pak Paul ya, jangan gentar,” kata seseorang dalam pertemuan virtual tersebut.

Merespon hal itu, Jozeph membalasnya dengan tertawa.Sebaliknya, ia yakin bahwa dirinya tidak akan bisa ditangkap oleh Polri.

Alasannya, karena ia sudah melepas status sebagai warga negara In at ini, dirinya mengaku sudah menjadi warga negara Eropa tanpa menyebut negara.

“Ini supaya temen-temen jangan membahas (kasus di Indonesa). Gini, Saudara, saya ini sudah melepaskan kewarganegaraan Indonesia ya,” kata dia.

“Jadi (status hukum) saya ini ditentukan oleh hukum Eropa,” sambungnya.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto