Netral English Netral Mandarin
banner paskah
19:04wib
Leicester City berhasil menyabet gelar juara Piala FA usai membungkam Chelsea 1-0 di Stadion Wembley, Sabtu (15/5). Gol tunggal kemenangan The Foxes dicetak oleh Youri Tielemans di menit ke-63. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan untuk menutup sementara Taman Impian Jaya Ancol, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), dan Taman Margasatwa Ragunan, pada 16-17 Mei 2021.
Pastikan tak ada yang Dilanggar, UPT Muara Angke Sebut Pembangunan Pergudangan Bermanfaat

Rabu, 21-April-2021 19:52

Pembangunan gudang di lokasi bongkar muat, Muara Angke, Jakarta Utara
Foto : Posberitakota
Pembangunan gudang di lokasi bongkar muat, Muara Angke, Jakarta Utara
5

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pembangunan gudang di lokasi bongkar muat, Muara Angke, Jakarta Utara yang diduga tak berizin mendapat tanggapan dari Kepala Unit Pelayanan Pelabuhan Perikanan Muara Angke, Ma'had.

Ma'had menegaskan, pembangunan gudang untuk penyimpanan peralatan atau spare part kapal tersebut telah mendapatkan izin. Hanya tinggal tinggal menunggu surat izin bangunan terbit.

"Izinnya sudah ada, dari pertimbangan barang dinyatakan oke. Antara calon pemohon dan termohon tak ada  masalah, baik objek dan subjeknya," kata Ma'had di Jakarta, Selasa (21/4/2021).

Diakui Ma'had, saat ini izin pembangunan gudang tersebut belum terbit, tapi sedang diproses. Pasalnya penanganan izin bangunan dengan berskala besar bukan wewenang UPT, tetapi PTSP.

Ditegaskannya, pembangunan gudang tersebut banyak memberikan manfaat bagi Pendapat Asli Daerah (PAD) dan bagi masyarakat sekitar.

"Selain PAD, banyak juga yang terbantu. Salahsatunya meyerap tenaga kerja masyarakat sekitar," ujar dia.

"Saya melihat dari sisi lain, bahwa tanah jika tidak dibangun, akan menjadi Pulo Gadung kedua (terminal bayangan), karena banyaknya bus," lanjutnya.

Sebelumnya, Ma'had mengatakan, pihak ketiga sudah mengajukan izin penggunaan lahan ke Badan Pengelola Aset Daerah (BPAD) DKI Jakarta tahun 2018.

Hal itu dilakukan karena lahan yang akan dikelola untuk dijadikan sebagai kios tersebut cukup luas yakni sekitar 3.000 meter persegi

"Jadi yang saya tahu, (pemohon) sudah ajukan permohonan sewa lahan. Namun sampai saat ini memang SK (surat kuasa) belum juga terbit," kata Ma'had.

Diketahui, keberadaan proyek pembangunan gudang di Muara Angke sempat dikeluhkan oleh nelayan. Mereka mengeluh pembangunan proyek diatas lahan bongkar muat menutup akses ke tempat pelelangan ikan.

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Nazaruli