Netral English Netral Mandarin
banner paskah
06:28wib
Pemerintah kembali memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro. Kebijakan ini diperpanjang selama 14 hari, terhitung sejak 20 April. Komite Eksekutif UEFA meresmikan format baru untuk kompetisi Liga Champions yang akan mulai digunakan pada musim 2024/2025.
Pasar Muamalah Gunakan Dinar dan Dirham, TG: Kalian Pikir Gunakan Mata Uang Negara Arab Itu Bagian dari Ibadah?

Sabtu, 30-January-2021 15:22

Dewan Pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Teddy Gusnaidi
Foto : Twitter
Dewan Pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Teddy Gusnaidi
11

JAKARTA, NETRALNEWS.COM  - Sebuah Pasar Muamalah" di Depok, Jawa Barat, ramai diperbincangkan belakangan ini karena bertransaksi menggunakan mata uang negara Arab. 

Terkait hal itu Dewan Pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Teddy Gusnaidi ikut mengomentari keberadaan pasar tersebut yang menggunakan mata uang negara lain. Menurut Teddy menggunakan mata uang Arab itu bukanlah bagian dari ibadah.

"Islam itu bukan arab dan arab itu bukan Islam. Apa kalian pikir gunakan mata uang negara-negara arab itu bagian dari ibadah? #SalahBerguru," tulis Teddy Gusnaidi, Sabtu (30/1/2021).

Pasar Muamalah tersebut bertransaksi tidak menggunakan uang rupiah, melainkan menggunakan koin dinar dan dirham, juga bertukar barang.

Dinar merupakan koin yang terbuat dari logam emas, sedangkan dirham merupakan koin yang terbuat dari logam perak. Keberadaan koin dirham dan dinar memang diperbolehkan di Tanah Air. Namun, penggunaannya hanya sebatas pembayaran zakat, mahar, maupun investasi. 

Reporter : Nazaruli
Editor : Nazaruli