Netral English Netral Mandarin
banner paskah
18:29wib
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem mulai Rabu (14/4) hingga Kamis (15/4). Cuaca ekstrem ini diakibatkan Siklon Tropis Surigae. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyebut semua komponen utama yang digunakan dalam pengembangan Vaksin Nusantara diimpor dari Amerika Serikat.
Pandemi Bawa Berkah UMKM, Omzet Naik hingga 144,6 Persen di Sebuah Marketplace

Kamis, 25-Maret-2021 08:00

Pandemi Bawa Berkah UMKM.
Foto : Kemenparekraf
Pandemi Bawa Berkah UMKM.
6

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Penjualan produk secara daring di platform e-commerce khususnya di aplikasi buatan anak bangsa yaitu Tokopedia selama pandemi COVID-19 tercatat meningkat di tiga wilayah di luar pulau Jawa yaitu di NTB, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Selatan.

Hal itu didapatkan dari penelitian yang dilakukan oleh LPEM Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) Universitas Indonesia.

“Sebaran pengguna dan aktivitas online dari satu marketplace tidak hanya kuat di wilayah Pulau Jawa tapi juga di luar Jawa. Dari data, tiga provinsi dengan peningkatan nilai transaksi penjualan terbesar saat pandemi ada di luar Jawa. Di NTB itu meningkat 144,6 persen, Sulawesi Tengah 73,4 persen, dan Sulawesi Selatan 73,3 persen,” kata Kepala LPEM FEB UI Riatu Mariatul Qibthiyyah dalam konferensi pers virtual menjelaskan salah satu temuan dalam riset bertajuk “Bertahan, Bangkit, dan Tumbuhnya UMKM di tengah Pandemi melalui Adopsi Digital”, Rabu, (24/3/2021).

Riset itu turut menyebutkan peningkatan jumlah volume penjualan setidaknya dirasakan oleh 7 dari 10 pedagang di Tokopedia selama pandemi COVID-19, tercatat volume penjualan tersebut meningkat hingga 133 persen.

Selain itu ditemukan fakta bahwa penjualan yang mengalami peningkatan di masa pandemi tergolong dalam kebutuhan primer yaitu untuk kategori kesehatan seperti suplemen hingga vitamin serta makanan dan minuman dengan masing- masing persentase sebesar 154,1 persen dan 106,1 persen.

Selain itu, berdasarkan data sebuah marketplace, barang- barang yang termasuk dalam kategori hobi pun ikut meningkat khususnya di masa Pembatasan Sosial Bersakala Besar (PSBB) yang mengharuskan masyarakat tetap beraktivitas di rumah saja.

Hal yang meningkat lainnya adalah jumlah pelaku usaha yang bergabung di marketplace akibat COVID-19 tersebar di 3 kota besar, 2 di antaranya merupakan kota yang sebelum pandemi menggantungkan ekonomi pada sektor pariwisata.

“Untuk peningkatan jumlah pelaku usaha baru itu tertinggi ada di Bali dengan 66,2 persen, disusul Yogyakarta 42,2 persen, dan DKI Jakarta 28,3 persen,” kata Riatu.

Riatu mengatakan peningkatan jumlah pelaku usaha di tiga daerah tersebut merupakan hal yang wajar karena jika dilihat dari dampak ekonomi ketiganya merupakan kota yang paling terdampak buruk akibat adanya COVID-19, bahkan Pendapatan daerah di kuartal pertama untuk Bali dan Daerah Istimewa Yogyakarta sempat negatif.

Berkaca dari temuan- temuan positif itu, marketplace ini berkomitmen untuk mendukung terus para pelaku UMKM di Indonesia agar lebih cepat bertransformasi digital sehingga sejalan dengan program Pemerintah Indonesia dalam pemulihan ekonomi di masa pandemi.

“Kami berkomitmen #SelaluAdaSelaluBisa untuk mempermudah masyarakat memenuhi kebutuhan harian hingga menciptakan peluang lewat pemanfaatan teknologi khususnya di tengah pandemi,” kata Direktur Kebijakan Publik dan Hubungan Pemerintah Astri Wahyuni.

Ada pun 5 pilar utama yang disiapkannya  sebagai langkah mendukung percepatan transformasi digital dan mempercepat pemulihan ekonomi di masa pandemi adalah dengan memperkuat fondasi, lebih fokus pada kebutuhan konsumen, memperluas pemanfaatan data, menggunakan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence), dan menjalankan kerangka kerja yang optimal secara finansial.

“Indonesia, termasuk lebih dari 17 ribu pulau di dalamnya, akan terus menjadi fokus utama dari marketplace. Oleh karena itu, kamiberkomitmen untuk menjadi lebih relevan untuk Indonesia.” tutup Astri.

 

 

Reporter :
Editor : Sulha Handayani