Netral English Netral Mandarin
banner paskah
12:59wib
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem mulai Rabu (14/4) hingga Kamis (15/4). Cuaca ekstrem ini diakibatkan Siklon Tropis Surigae. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyebut semua komponen utama yang digunakan dalam pengembangan Vaksin Nusantara diimpor dari Amerika Serikat.
Pakar Pidana Sebut Abu Janda Bisa Dikenakan Penodaan Agama

Selasa, 02-Februari-2021 18:20

Pegiat Media Sosial Permadi Arya
Foto : Istimewa
Pegiat Media Sosial Permadi Arya
7

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pakar Hukum Pidana Universitas Al-Azhar Indonesia, Suparji Ahmad menilai, Terlapor yang menyatakan agama tertentu arogan bisa dijerat pasal 156a KUHP tentang Penistaan Agama.

Seperti diketahui, pegiat media sosialPermadi Arya atau Abu Janda dilaporkan ke Bareskrim Polri gara-gara cuitannya soal "Islam arogan".

"Menurut saya, Terlapor pada dasarnya sudah memenuhi unsur pasal 156a KUHP, karena dia menyebut salah satu agama. Maka dia bisa dikenakan pidana penistaan agama," kata Suparji dalam keterangan persnya, Selasa (02/02/2021).

Menurutnya, kasus tentang penodaan agama sudah ada yurisprudensinya. Misalnya kasus mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (BTP/Ahok) beberapa tahun lalu.

"Kasus Ahok bisa menjadi yurisprudensi kasus Terlapor. Karena sama-sama menyinggung satu agama tertentu yang ada di Indonesia, yakni Islam," paparnya.

"Terlapor pun berbicara yang bukan kapasitas dia. Soal halal-haram, itu domain para ulama, bukan dia dan ini berbahaya," sambung Suparji.

Oleh sebab itu, ia berpesan kepada pihak kepolisian untuk mengusut kasus ini seobjektif mungkin. Dan perlu juga dipertimbangkan kondisi masyarakat yakni tokoh dan akademisi yang mengecam pernyataan Permadi.

"Banyaknya ulama, tokoh agama serta akademisi yang tak nyaman dengan ucapan Terlapor tersebut bisa menjadi ahli kepolisian dalam mencari keterangan. Bagaimanapun, statemen yang berbau SARA harus dihentikan," pungkasnya.

Sebelumnya, pada Jumat (29/1/2021), seorang pengacara, Medya Rischa, melaporkan Abu Janda ke Bareskrim Polri karena diduga melakukan penistaan agama. Hal itu gara-gara cuitan Abu Janda soal "Islam arogan".

Abu Janda diduga melanggar Undang- Undang Nomor 19 Tahun 2018 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informatika dan Transaksi Elektronik (ITE) Pasal 28 ayat 2, Penistaan Agama Undang-Undang 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 156A.

Adapun cuitan Abu Janda yang berujung dipolisikan itu berbunyi "Yang arogan di Indonesia itu adalah Islam sebagai agama pendatang dari Arab kepada budaya asli kearifan lokal. Haram-haramkan sedekah ritual laut sampai kebaya diharamkan dengan alasan aurat".

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati