Netral English Netral Mandarin
banner paskah
08:51wib
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberi peringatan kepada sembilan provinsi untuk bersiap siaga dari potensi hujan petir disertai angin kencang yang akan terjadi hari ini. Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menambah jalur yang bakal disekat oleh kepolisian selama masa larangan mudik Lebaran pada 6 hingga 17 Mei 2021 mendatang.
PA 212 Bakal Demo Tolak Perpres Soal Investasi Miras, Novel: Mungkin Minggu Depan

Selasa, 02-Maret-2021 18:40

Wasekjen PA 212 Novel Bamukmin
Foto :
Wasekjen PA 212 Novel Bamukmin
19

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Persaudaraan Alumni (PA) 212 menolak Perpres Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal, di mana kebijakan tersebut memberi peluang investasi untuk industri minuman keras (miras) mengandung alkohol.

Wasekjen PA 212 Novel Bamukmin mengatakan, pihaknya menolak Perpres tersebut karena berpotensi meningkatkan kriminalitas, merusak akhlak dan moralitas bangsa,  pun hanya akan menyebabkan kerusakan hingga kerugian bagi rakyat.

"PA 212 jelas menolak. Karena Perpres ini sangat berbahaya, sangat mudhorot buat anak bangsa ini, menghancurkan moral bangsa ini yang akan menimbulkan kehancuran akhlak dan mental dengan tindakan kejahatan dimana-mana," kata Novel kepada netralnews.com, Selasa (2/3/2021) pagi.

Untuk itu, Novel juga meminta Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin mengambil sikap tegas mendesak Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mencabut Perpres No. 10/2021.

Jika Perpres tersebut tidak dicabut, lanjutnya, maka akan ada reaksi keras umat Islam dari berbagai penjuru Tanah Air. "MUI juga harus bertindak apalagi wapresnya kiai. Tinggal tunggu tanggal mainnya umat islam bereaksi keras dimana-mana," tegas Novel.

Bahkan, kata Novel, PA 212 dalam waktu dekat akan menggelar aksi menolak  Perpres yang merupakan aturan turunan dari Undang-Undang Cipta kerja itu.

"PA 212 siap untuk turun ke jalan lagi dalam aksi menolak investasi miras. Masih dalam pembahasan dan besok baru dibawa ke rapat pusat," ucap dia.

Menurutnya, aksi PA 212 menolak Perpres itu kemungkinan digelar pekan depan. "Ada kemungkinan minggu depan kami buat aksi," ungkapnya.

Selain menyatakan penolakan dan rencana menggelar aksi, Novel juga mengaitkan dibuatnya Perpres No. 10/2021dengan langkah pemerintah membuka membubarkan Front Pembela Islam (FPI) pada Desember 2020 lalu.

Novel menduga, FPI dibubarkan karena getol melawan kemaksiatan dan peredaran miras, sehingga pemerintah khawatir jika FPI masih eksis maka akan jadi penghalang rencana pemerintah melegalkan produksi miras.

"Makanya Jokowi ngotot bubarin FPI karena memang diduga kuat didesak oleh industri maksiat/kemungkaran," ujar eks tokoh FPI itu.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati