Netral English Netral Mandarin
banner paskah
23:01wib
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Inspektur Jenderal Istiono bakal memberi sanksi dua kali lipat kepada personelnya yang kedapatan meloloskan pemudik pada 6-17 Mei 2021 mendatang. Presiden Joko Widodo meminta semua anggota Kabinet Indonesia Maju dan pimpinan lembaga tinggi negara untuk tidak mengadakan acara buka puasa bersama di tengah pandemi virus corona (Covid-19).
Ormas Islam Bubarkan Pertunjukan Seni, EK: Kadrun Kalau Ga Minder, Pasti Over Acting !

Rabu, 07-April-2021 16:00

Pegiat Media Sosial Eko Kuntadhi
Foto : Istimewa
Pegiat Media Sosial Eko Kuntadhi
9

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pegiat media sosial (medsos) Eko Kuntadi menanggapi viralnya video yang menayangkan ormas Islam membubarkan pertunjukan kesenian di Medan, Sumatera Utara.

Eko menyebut, ormas tersebut sebagai gerombolan pengasong agama yang terus-menerus meneror warga.

"Wadohh. Gerombolan pengasong agama ini terus menerus meneror warga," kata Eko dalam akun Twitternya.

Ia pun mempertanyakan maksud pembubaran kesenian tersebut, karena sebuah kesenian tak bisa dianggap ritual.

"Masa kesenian dianggap ibadah ritual. Kadrun kalau gak minder. Pasti over acting!," tulisnya lagi.

Sebelumnya sebuah acara pertunjukan seni Jaranan atau biasa disebut Jaran Kepang (mirip pertunjukan kuda lumping) di Medan, Sumatra Utara, dibubarkan sekelompok orang yang mengaku ormas Islam. 

Dalam video yang beredar, terlihat sekelompok orang yang memakai baret merah dan seragam hitam bertuliskan ‘Laskar Khusus Umat Islam FUI DPD Medan’ itu membubarkan aksi pertunjukan seni yang hendak digelar warga.

Dari video yang dibagikan akun Indonesia Jaman Dahulu, terlihat peristiwa itu terjadi pada April 2021 lalu.

Mulanya, sekelompok anggota ormas Laskar Khusus Umar Islam terlihat datang dan membubarkan kerumunan warga.

Terlihat juga mereka mengangkat perlengkapan pertunjukan seperti replika kuda yang dipakai untuk tarian.

Di lokasi itu, terlihat juga beberapa gendang yang disiapkan untuk pertunjukan tari.

"Setan lah yang kalian puja-puja itu, kesyirikan yang disebar ke mana-mana," ucap salah satu anggota ormas.

"Syirik itu, bubar-bubar," ujar yang lain.

Beberapa saat kemudian, sekelompok warga tampak melawan dan beradu argumen.

“Itu cuma untuk hiburan, aku warga sini. Itu pesta, pesta,” tegas seorang perempuan berbaju hijau.

Namun tak disangka-sangka, salah satu anggota ormas tersebut maju dan meludahi warga yang melawan. Kontan, sejumlah warga emosi. Kerusuhan pun terjadi.

“Kamu ludah ya, ludah ya…” teriak warga yang berdatangan.

Video tersebut mendapat respons beragam netizen. Sebagian mengecam aksi tidak etis oknum ormas tersebut yang membubarkan acara seni dan dituding sebagai kegiatan musyrik.

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Sesmawati