Netral English Netral Mandarin
banner paskah
01:49wib
Manchester City melewatkan kesempatan mengunci gelar juara Liga Inggris musim ini seusai menderita kekalahan dari Chelsea, Sabtu (8/5/2021) malam WIB. Potongan surat perihal penonaktifan 75 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tidak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK) beredar.
Oknum Polisi Diduga Siksa Warga di Buton, Sahroni: Kejadian Ini Sangat Memalukan, Segera Usut Tuntas

Jumat, 16-April-2021 13:51

Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni
Foto : Istimewa
Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni
11

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni meminta Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri memeriksa dan mengusut adanya dugaan oknum Polisi di Buton, Sulawesi Tenggara yang melakukan penganiayaan terhadap tiga orang anak saat proses pemeriksaan. 

"Kejadian ini sangat memalukan dan Propam Polri selaku organisasi di Kepolisian yang bertugas mengawasi dan menindak para anggotanya wajib memeriksa dan mengusut para oknum yang terlibat," kata Sahroni dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (15/4/2021). 

Dia mengatakan dugaan kekerasan yang dilakukan personil Polisi terhadap masyarakat bukan sekali terjadi sehingga sangat memalukan. 

Karena itu dia mendesak Propam Polri untuk memeriksa anggotanya, dan apabila terbukti melakukan kesewenang-wenangan, maka Polri wajib pecat anggota tersebut.Sahroni mengingatkan agar kejadian kekerasan seperti itu jangan sampai terjadi lagi karena akan merusak nama institusi dan merusak reputasi Polisi di masyarakat. 

“Salah satu visi dari Kapolri membuat polisi lebih humanis, lebih melayani masyarakat, jadi praktek-praktek arogan seperti ini sudah harus dimusnahkan," ujarnya. 

Dia juga meminta Propam Polri wajib memastikan kejadian seperti itu tidak terulang kembali karena jangan sampai nama institusi rusak oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. 

Sebelumnya diberitakan, tiga orang anak berinisial AG (12), RN (14), dan AJ (16), bersama MS (22) mengaku disiksa dan dipaksa oleh oknum aparat Polsek Sampuabalo, untuk mengakui sebagai pelaku pencurian. Keempat orang tersebut merupakan warga Kecamatan Pasarwajo, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara.

Reporter : Nazaruli
Editor : Nazaruli