Netral English Netral Mandarin
banner paskah
09:22wib
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberi peringatan kepada sembilan provinsi untuk bersiap siaga dari potensi hujan petir disertai angin kencang yang akan terjadi hari ini. Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menambah jalur yang bakal disekat oleh kepolisian selama masa larangan mudik Lebaran pada 6 hingga 17 Mei 2021 mendatang.
NU Maafkan Abu Janda soal Cuitan 'Islam Arogan', DS: Seharusnya Begitu, Dia Asset Bangsa, Hanya Perlu Diperbaiki 

Minggu, 31-January-2021 12:10

Pegiat Media Sosial Permadi Arya
Foto : Istimewa
Pegiat Media Sosial Permadi Arya
2

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ketua Umum Barisan Ksatria Nusantara (BKN) Muhammad Rofi'i Mukhlis mengklaim kiai dan ustaz Nahdlatul Ulama (NU) dari BKN telah mendengar langsung tabayyun atau klarifikasi dari pegiat media sosial Permadi Arya alias Abu Janda terkait cuitan 'islam arogan'.

Dari hasil klarifikasi tersebut, Rofi'i mengklaim kiai dan ustaz memaafkan Abu Janda karena tidak berniat menghina islam.

Kami berkeyakinan bahwa Abu Janda tidak ada niatan sedikitpun untuk menghina Islam," ungkap Rofi'i dalam sebuah rekaman video yang dikirimkan Permadi dikutip dari CNNIndonesia.com, Minggu (31/1/2021).

Terkait hal itu Pegiat Media Sosial Denny Siregar ikut mengomentari dan mengatakan seharusnya NU bisa meluruskan perkataan Abu Janda karena keplesetan dia.

Denny pun mengatakan bahwa sebenarnya tidak ada maksud Abu Janda untuk berbuat jagat karena dia mencintai negara Indonesia.

"Seharusnya begitu. @nahdlatululama bisa meluruskan Abu Janda, karena keplesetnya dia. 

Merangkul jauh lebih baik, krn @permadiaktivis1 tdk punya niat jahat. Dia cinta NKRI dgn segala kebhinnekaannya.

Dia asset bangsa, hanya perlu diperbaiki sedikit saja," tulis Denny, Minggu (31/1/2021).

Diketahui, Permadi menjadi sorotan usai menyebut islam sebagai agama pendatang yang arogan. Hal itu disampaikan saat berdebat dengan tokoh 212 Tengku Zulkarnain di Twitter.

Dalam kesempatan itu, Permadi juga telah menyampaikan permohonan maaf atas kesalahpahamannya. Menurut Rofi'i, pihaknya dengan para Kiai NU yang telah mendengar tabayyun itu juga telah memaafkan Permadi.

"Abu Janda menyampaikan dengan tulus dan ikhlas tanpa ada keterpaksaan. Maka dari itu, kami selaku pengurus dari BKN yang mana di dalamnya ada para kiai menyampaikan, permohonan maaf saudara Abu Janda kami terima dan Insyaallah kami maafkan," ujarnya.

Dalam video berdurasi 2.14 menit itu, terdapat cuplikan proses tabayyun Permadi ke Barisan Ksatria Nusantara. Dalam klarifikasinya, Permadi menyatakan jika polemik 'Islam arogan' itu lantaran pernyataannya tak dilihat secara utuh.

Kata arogannya ini kan, kenapa bisa heboh karena dia cuma diviralkan tulisannya segitu tok. Seolah-olah aku bikin statement. Padahal, itu adalah bagian dari satu tanya jawab sama Tengku Zulkarnain," ujar Permadi.

Polemik cuitan Permadi Arya mengenai 'Islam arogan' berbuntut panjang. Sejumlah ormas islam mengkritik pernyataan Permadi.

Selain itu, cuitan tersebut juga telah dilaporkan oleh DPP Komiten nasional Pemuda Indonesia (KNPI) ke kepolisian. Bareskrim Polri berencana memeriksa Permadi pada Senin (1/2/2021).

Reporter : Sesmawati
Editor : Sesmawati