Netral English Netral Mandarin
banner paskah
00:47wib
Indonesia Corruption Watch menilai pengelolaan internal Komisi Pemberantasan Korupsi sudah bobrok. Kapal selam KRI Nenggala-402 yang hilang kontak saat melakukan latihan di perairan Bali karam di kedalaman 600-700 meter.
Novel Minta IDI Bentuk Tim Independen Ungkap Penyebab Kematian Ustaz Maaher

Rabu, 10-Februari-2021 20:18

Kuasa hukum Ustaz Maaher At-Thuwailibi, Novel Bamukmin.
Foto : Istimewa
Kuasa hukum Ustaz Maaher At-Thuwailibi, Novel Bamukmin.
9

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Novel Bamukmin selaku kuasa hukum Ustaz Maaher At-Thuwailibi alias Soni Eranata, mendesak tim medis dari Polri untuk mengklarifikasi soal penyebab meninggalnya Maaher di Rutan Bareskrim Polri pada Senin (8/2/2021).

"Kami sebagai kuasa hukum meminta keterangan terbuka dari tim medis setempat untuk mengklarifikasi sebab kematian tersebut," kata Novel kepada netralnews.com, Selasa (9/2/2021).

Novel juga meminta Ikatan Doker Indonesia (IDI) membentuk tim  independen untuk mengungkap penyebab kematian Ustaz Maaher.

"Dan kami akan meminta kepada IDI untuk dibentuknya tim medis independen kalau memang kematian Ustaz Maaher ada kejanggalan," ujarnya.

Desakan itu disampaikan Novel, mengingat ia dan pengacara Maaher lainnya, Djudju Purwantoro (Juju), beberapa kali meminta penangguhan penahanan agar kliennya yang menderita sakit radang usus menjalani pengobatan yang lebih layak, namun tidak dikabulkan pihak kepolisian.

"Memang beliau ada sakit radang usus yang cukup kronis. Saya selaku kuasa hukum beliau bersama bapak Juju sudah beberapa kali meminta penangguhan penahanan namun tidak pernah dikabulkan padahal kami meminta itu dengan pertimbangan kemanusiaan untuk pengobatan yang layak," ungkap Novel.

"Namun kami hanya mendapat kesempatan untuk Ustaz Maaher diobati di RS Polri dan ternyata pengobatan itu tidak tuntas," jelas Wasekjen Persaudaraan Alumni (PA) 212 itu.

Menurut Novel, selain radang usus yang cukup kronis, Maaher juga mengalami alergi kulit. Hal itulah, lanjut Novel, yang membuat kondisi Maaher kian memburuk hingga akhirnya meninggal dunia pada Senin malam.

"Karena selain radang usus akut juga Ustaz Maaher kena alergi kulit yang luar biasa dikarenakan sirkulasi tahanan yang di basment jelas tidak sehat, tidak ada sirkulasi udara dan matahari, dan juga mesin genset hidup 24 jam, sehingga menyerang kulit," terangnya.

Untuk itu, Novel menegaskan, pihaknya sangat menyesalkan sikap Polri yang tidak mengabulkan upaya penangguhan penahanan yang dilakukan tim kuasa hukum Maaher.

"Saya sebagai kuasa hukum beliau turut berduka cita sedalam-dalamnya dan sudah kami upayakan untuk penangguhan beliau namun tidak pernah dikabulkan dan saya sangat menyesalkan upaya yang sudah tidak menimbang unsur kemanusian," pungkasnya.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati