Netral English Netral Mandarin
banner paskah
09:24wib
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberi peringatan kepada sembilan provinsi untuk bersiap siaga dari potensi hujan petir disertai angin kencang yang akan terjadi hari ini. Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menambah jalur yang bakal disekat oleh kepolisian selama masa larangan mudik Lebaran pada 6 hingga 17 Mei 2021 mendatang.
Nilai Tukar Rupiah Selasa Pagi Menguat, Ini Faktor Pendorongnya

Selasa, 23-Februari-2021 10:45

Ilustrasi Rupiah
Foto : Okezone
Ilustrasi Rupiah
18

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa (23/2/2023) pagi, bergerak menguat didorong ekspektasi pemulihan ekonomi global.

Pada pukul 9.47 WIB, rupiah menguat 5 poin atau 0,04 persen ke posisi Rp14.113 per dolar AS dari posisi penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.118 per dolar AS.

"Dolar AS melemah sejak semalam dan pagi ini masih terlihat melemah terhadap nilai tukar lainnya termasuk nilai tukar regional," kata Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra di Jakarta, Selasa (23/2/2021).

Menurut Ariston, pelemahan dolar AS ini terpicu oleh sentimen pemulihan ekonomi global. Rupiah kemungkinan bisa menguat terhadap dolar AS hari ini dengan sentimen tersebut.

Pada awal pekan, rupiah melemah terhadap dolar AS karena kenaikan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS ke kisaran 1,39 persen. Pagi ini, yield obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun terlihat menurun ke 1,36 persen.

"Kalau sentimen berlanjut, mungkin penguatan rupiah bisa lebih dalam," ujar Ariston.

Ariston memperkirakan rupiah pada hari ini akan bergerak di kisaran Rp14.050 per dolar AS hingga Rp14.130 per dolar AS.

Pada Senin (20/2/2021) lalu, rupiah ditutup melemah 53 poin atau 0,37 persen ke posisi Rp14.118 per dolar AS dari posisi penutupan hari sebelumnya Rp14.065 per dolar AS.

Reporter : Nazaruli
Editor : Nazaruli