Netral English Netral Mandarin
banner paskah
02:03wib
Manchester City melewatkan kesempatan mengunci gelar juara Liga Inggris musim ini seusai menderita kekalahan dari Chelsea, Sabtu (8/5/2021) malam WIB. Potongan surat perihal penonaktifan 75 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tidak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK) beredar.
Ngabalin: Saya Mengutuk Keras para Penceramah yang Rasis dan Barbar, Waspada Mabok Agama

Minggu, 18-April-2021 16:20

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin
Foto : Istimewa
Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin
7

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Warga Bali dihebohkan dengan video viral ceramah seorang perempuan bernama Desak Made Dharmawati yang dinilai telah menghina agama Hindu, agama yang dianutnya sebelum masuk Islam.

Di dalam ceramahnya Desak Made Darmawati menyebut agama Hindu aneh karena punya banyak Tuhan. Padahal, Tuhan dalam Hindu, sebagaimana dalam keyakinan lain manapun di dunia, hanyalah Tuhan Yang Maha Esa.

Tak sampai di situ, Desak juga menghina Bali dengan menyebut bahwa Bali adalah pusat setan terbesar di dunia, di samping India, Cina, dan Korea. Ia mendasarkan pendapatnya itu lantaran di Bali tidak terdengar suara adzan.

Terkait hal itu Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin angkat bicara mengatakan bahwa dirinya berasal dari beragam budaya dan agama karena kakek buyutnya berasal dari Bali. Dia juga menyebutkan keberagaman adalah sebuah keniscayaan dan merupakan sunnatullah.

Tak hanya itu dia juga meminta orang kepada setiap orang khususnya umat Islam untuk mempelajari agama Islam dengan baik dan mendalam agar tidak menghujat dan mencaci maki agama orang lain.

"Datuk & leluhur saya berasal dari SRIRIT SINGARAJA BALI. keragaman adlah sebuah keniscayaan itu adalah sunnatullah, belajarlah Islam dgn baik&mendlm agar kamu tdk menghujat&mencaci maki keyakinan org lain," tulis Ngabalin di akun Twitternya, Minggu (18/4/2021).

Di akhir cuitannya Ngabalin mengutuk para penceramah yang rasis dan barbar.

"saya mengutuk keras para penceramah yg RASIS dan BARBAR.#WaspadaMabokAgama," pungkasnya.

Reporter : Sesmawati
Editor : Sesmawati