Netral English Netral Mandarin
banner paskah
09:51wib
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Inspektur Jenderal Istiono bakal memberi sanksi dua kali lipat kepada personelnya yang kedapatan meloloskan pemudik pada 6-17 Mei 2021 mendatang. Presiden Joko Widodo meminta semua anggota Kabinet Indonesia Maju dan pimpinan lembaga tinggi negara untuk tidak mengadakan acara buka puasa bersama di tengah pandemi virus corona (Covid-19).
Natalius Pigai Bandingkan Ambroncius dan Abu Janda: Substansinya Rasis tapi Sumir Dikunci dengan Tanda Tanya

Selasa, 09-Februari-2021 17:20

Pegiat Media sosial Permadi Arya atau Abu Janda
Foto : Twitter
Pegiat Media sosial Permadi Arya atau Abu Janda
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Mantan Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai mengungkapkan kalau rencana pertemuan dirinya dan Permadi Arya alias Abu Janda difasilitasi oleh Wakil ketua DPR Sufmi Dasco.

Natalius Pigai tekankan kalau pertemuan itu adalah inisiatif Abu Janda.

"Kemarin itu kan setelah Abu Janda diperiksa oleh Mabes Polri, kemudian dia menyatakan dia mau bertemu saya. Dia yang bertemu saya ya. Jangan salah. Jadi Natalius itu ditemui Abu Janda, bukan saya bertemu. Kemudian, karena kan saya juga tidak kenal, saya juga juga tidak punya hubungan, jadi difasilitasi Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco. Kemudian beliau menemui saya kemari, difasilitasi oleh Pak Dasco," Tutur Natalius Pigai kepada wartawan di Jakarta, Selasa (9/2/2021).

Natalius menambahkan kalau pihaknya sebagai oposisi juga mempunyai hobi minum kopi di salah satu hotel mewah di Jakarta.

"Di Fairmont, biasanya saya minum kopi di Fairmont. Jadi jangan salah, saya itu biasa minum kopi di Fairmont, jangan kira karena oposisi tidak minum kopi. Nanya aja dari tukang parkir sampai depan tahu saya,"

Kemudian, lanjut Natalius Pigai dia membandingkan kasus Ambroncius dengan Abu Janda. Lalu seperti pandangannya dalam segi hukum.

"Lalu kenapa saya menerima Abu Janda, salah satunya itu ingat bahwa di dalam konteks hukum Abu Janda berbeda dengan Ambroncius. Ambroncius itu rasis langsung serang saya. Sehingga itu tidak perlu membutuhkan waktu yang lama langsung ditahan. Kalau Abu Janda itu dia bertanya, berupa pertanyaan. Pertanyaan, 'apakah Natalius Pigai sudah selesai evolusi belum?' Itu sebuah pertanyaan, di dalam konteks hukum, objek hukumnya tidak ada itu, sumir. Bukan tidak ada, sumir," ungkap dia.

"Terus, karena objek hukum sumir, saya belum tahu mungkin akan kesulitan untuk menemukan pidananya. Tetapi akan terjadi macam trial by mobtrial by mob itu dihukum karena ada tekanan massa. Saya itu intelektual, saya itu rasional. Tidak mungkin saya bisa menghukum orang kalau itu tidak melakukan kejahatan secara langsung. Kita boleh benci, karena isinya evolusi sudah selesai atau belum isinya itu rasis, substansinya itu rasis, tetapi kata-kata yang ditulis itu dikunci dengan pertanyaan. Jadi terhindar dari hukuman. Kalimat tanya, saya sangat rasional, saya dianggap bodoh nanti orang, sedangkan saya mengajarkan orang tentang berpikir banyak hal," katanya.

 

Reporter : PD Djuarno
Editor : Sesmawati