Netral English Netral Mandarin
banner paskah
14:36wib
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Inspektur Jenderal Istiono bakal memberi sanksi dua kali lipat kepada personelnya yang kedapatan meloloskan pemudik pada 6-17 Mei 2021 mendatang. Presiden Joko Widodo meminta semua anggota Kabinet Indonesia Maju dan pimpinan lembaga tinggi negara untuk tidak mengadakan acara buka puasa bersama di tengah pandemi virus corona (Covid-19).
Nasihat Mahfud MD untuk Pigai yang Fotonya Disandingkan dengan Gorila

Minggu, 24-January-2021 21:00

Mahfud MD, Menko Polhukam
Foto : Istimewa
Mahfud MD, Menko Polhukam
6

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Menkopolhukam Mahfud MD menilai, apabila ada pihak yang tidak suka dengan keterangan atau tudingan agar didiamkan saja. Menurutnya tidak perlu sampai menghina, mencaci atai menggunakan gambar hewan. 

Mahfud sebut ada ungkapan, "tarkul jawaab alal jaahil jawaabun". Artinya, tidak menjawab statement atau tudingan orang dungu adalah jawaban terhadap orang dungu tersebut.

"Kalau Anda tak suka dgn statement atau tudingan seseorang yg Anda anggap ngaco, tak usahlah menghinanya dgn cacian atau gambar hewan. Diamkan sj," jelas Mahfud, dikutip dari cuitannya, Minggu (24/1/2021).

Sebelumnya, Aktivis Kemanusiaan yang juga merupakan Mantan Komisioner Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mengaku menjadi korban rasisme. 

Ini terjadi menyusul adanya sebuah akun media sosial bernama Ambroncius Nababan. Akun tersebut mengunggah foto Pigai sambil menyandingkannya dengan foto hewan, Gorila.

Mengetahui hal ini, Pigai tidak hanya tinggal diam dan memberikan komentar dan menyeret nama Presiden Joko Widodo (Jokowi). Menurutnya, selama pemerintahan Jokowi, pembantaian, pembunuhan dan kejahatan HAM di Papua cenderung didasari rasisme.

Lebih lanjut Pigai tegaskan bahwa kita harus menghapuskan rasisme. Menurutnya negara memelihara dan mengelola rasisme sebagai alat pemukul tiap orang yang bersebrangan dengan kekuasaan. 

Pigai merasa, rasisme telah menjadi kejahatan kolektif negara pada Rakyat Papua, Bangsa Melanesia.

 

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Irawan HP