JAKARTA - Badan Antariksa Amerika Serikat, NASA, menunjuk 10 ilmuwan untuk bergabung dalam tim sains permukaan Bulan pada program Artemis. Tim ini akan mendukung kegiatan penelitian para astronaut dalam misi pendaratan di wilayah Kutub Selatan Bulan. Melalui penunjukan tersebut, para ilmuwan akan berperan dalam menyusun rencana penelitian, termasuk pemasangan instrumen ilmiah, pengamatan geologi di lokasi pendaratan, serta pengumpulan sampel batuan dan tanah Bulan untuk dianalisis lebih lanjut di Bumi. Deputy Associate Administrator for Exploration di Science Mission Directorate NASA, Joel Kearns, menyampaikan bahwa para ilmuwan yang terpilih diharapkan dapat membawa keahlian penting guna mencapai tujuan ilmiah misi. Ia menilai eksplorasi permukaan Bulan menjadi langkah strategis menuju keberadaan manusia secara berkelanjutan di luar Bumi, sekaligus persiapan menuju misi ke Mars. Kesepuluh ilmuwan tersebut berasal dari berbagai universitas dan lembaga penelitian, antara lain Northern Arizona University, The Catholic University of America, State University of New York at Stony Brook, University of Colorado Boulder, serta Smithsonian Institution.Selain itu, beberapa ilmuwan berasal dari Planetary Science Institute dan pusat penelitian internal NASA seperti Johnson Space Center. Tim sains permukaan Bulan ini akan dipimpin oleh Noah Petro dari Goddard Space Flight Center bersama Padi Boyd dari kantor pusat NASA. Mereka juga akan berkoordinasi dengan tim geologi Artemis yang dipimpin oleh Brett Denevi dari Johns Hopkins University Applied Physics Laboratory. Dalam misi Artemis mendatang, astronaut direncanakan mendarat di wilayah Kutub Selatan Bulan, kawasan yang dikenal memiliki kondisi lingkungan ekstrem. Wilayah ini mencakup kawah yang selalu berada dalam bayangan dan diduga mengandung es, serta puncak gunung yang hampir terus-menerus terkena sinar Matahari. Data dan metode penelitian yang dikembangkan pada misi pendaratan awal Artemis akan menjadi dasar bagi misi-misi berikutnya. Para ilmuwan akan terlibat sejak tahap perencanaan sebelum peluncuran, mendukung operasi ilmiah selama astronaut berada di permukaan Bulan, hingga menganalisis hasil penelitian setelah sampel kembali ke Bumi. Program Artemis merupakan upaya jangka panjang NASA untuk mengembalikan manusia ke Bulan sekaligus membangun fondasi bagi eksplorasi antariksa yang lebih jauh, termasuk misi berawak ke Mars di masa depan