Netral English Netral Mandarin
banner paskah
03:38wib
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Inspektur Jenderal Istiono bakal memberi sanksi dua kali lipat kepada personelnya yang kedapatan meloloskan pemudik pada 6-17 Mei 2021 mendatang. Presiden Joko Widodo meminta semua anggota Kabinet Indonesia Maju dan pimpinan lembaga tinggi negara untuk tidak mengadakan acara buka puasa bersama di tengah pandemi virus corona (Covid-19).
Munarman Duga Teroris 'Dirancang' Untuk Jatuhkan Islam, Uki: Kok Belum Juga Ditangkap Ya?

Minggu, 04-April-2021 10:10

Eks juru bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dedek Prayudi (Uki)
Foto : Suara.com
Eks juru bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dedek Prayudi (Uki)
80

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Eks juru bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dedek Prayudi (Uki) mempertanyakan mengapa aparat hukum belum menangkap Munarman padahal sudah banyak dugaan pelanggaran hukum yang dilakukan mantan juru bicara Front Pembela Islam (FPI) itu.

Hal tersebut disampaikan Uki menanggapi adanya pemberitaan media soal pernyataan Munarman yang mencurigai aksi teror beruntun yang terjadi di Gereja Katedral Makassar dan Mabes Polri sengaja 'dirancang' untuk menjatuhkan Islam.

"Munarman FPI itu kok belum juga ditangkap ya? Sudah banyak kok dugaan pelanggaran hukumnya," tulis Uki di akun Twitternya, dikutip netralnews.com Minggu (4/3/2021).

Menurut Uki, jika posisi Munarman ini dibalik, dimana ada pihak lain yang diduga melakukan pelanggaran hukum tapi belum diproses, pasti Munarman dan kelompoknya bakal bersuara lantang menuntut aparat untuk segera bertindak dengan membawa-bawa nama umat.

Dalam hal ini, Uki mencontohkan sikap Munarman dan kelompoknya ketika kasus penistaan agama yang menjerat mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pada 2016 lalu.

"Kalau dibalik posisinya, pasti dia akan bilang "jangan salahkan umat kalau nanti terjadi apa-apa", seperti kasus Ahok dulu," cuit @Uki23.

Sebelumnya, Munarman menyebut umat Islam dirugikan dengan adanya aksi teror berupa bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar pada Minggu (28/3/2021) dan serangan wanita bersenjata di Mabes Polri pada Rabu (31/3/2021).

“Dari sudut pandang bahwa ini seolah-olah mewakili Islam, saya kira justru dengan adanya peristiwa-peristiwa seperti ini, umat Islam dirugikan,” papar Munarman dalam video yang diunggah di kanal YouTube Refly Harun, Kamis (1/4/2021).

Munarman kemudian menyebut bahwa ada indikasi aksi para teroris itu sengaja 'dirancang' untuk menjatuhkan Islam.

"Pertanyaan besarnya, apakah aksi-aksi ini memang 'dirancang' untuk menjatuhkan dan merugikan Islam. Sebab kalau dibilang ini mewakili Islam, tidak ada sama sekali," ujarnya.

"Jadi menurut saya framing, labeling. Kita bisa lihat indikasi-indikasinya ya. Selalu yang dimunculkan itu adalah orang-orang yang menggunakan pakaian seolah-olah merepresentasikan Islam, dengan menggunakan sorban, kemudian perempuannya menggunakan cadar, pakaian hitam," ungkapnya.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Taat Ujianto