Netral English Netral Mandarin
banner paskah
23:08wib
Pemerintah kembali memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro. Kebijakan ini diperpanjang selama 14 hari, terhitung sejak 20 April. Komite Eksekutif UEFA meresmikan format baru untuk kompetisi Liga Champions yang akan mulai digunakan pada musim 2024/2025.
MUI Nyatakan Vaksin AstraZeneca Haram tapi Boleh Digunakan, Netizen: Nyooh Dengerin Gaiss

Jumat, 19-Maret-2021 20:55

Ketua Bidang Fatwa MUI Asrorun Niam Sholeh
Foto : CNBC Indonesia
Ketua Bidang Fatwa MUI Asrorun Niam Sholeh
21

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pernyataan MUI bahwa vaksin corona AstraZeneca haram tetapi boleh digunakan ramai menjadi sorotan warganet. Menurut MUI, vaksin ini mengandung babi tetapi dengan syarat tertentu boleh digunakan.

Di akun FB Mak Lambe Turah, Jumat (19/3/21) sejumlah netizen memberikan tanggapan. Ada netizen yang memilih tidak vaksin menggunakan jenis itu.

MLT: “Nyoooooh dengerin gaiss.”

Anne Shae: “Lebih memilih ga usah vaksin.”

Untuk diketahui, MUI mengumumkan fatwa terkait vaksin corona AstraZeneca. Vaksin yang dikembangkan pertama oleh Inggris dan Swedia itu dinyatakan haram.

"Vaksin AstraZeneca mengandung tripsin (ada kandungan babi) dalam proses pembuatannya," kata Ketua Bidang Fatwa MUI Asrorun Niam Sholeh dalam jumpa pers virtual, Jumat (19/3).

Fatwa No 14 tahun 2021, tanggal 17 Maret fatwa tersebut diserahkan ke pemerintah. Hari ini dijelaskan ke publik, fatwa terkait AstraZeneca dinyatakan haram tapi masih boleh digunakan.

"Tapi boleh digunakan dengan sejumlah syarat," tutur Niam.

Asrorun menjelaskan, ada 5 pertimbangan vaksin AstraZeneca tetap boleh digunakan meskipun haram, berikut daftarnya: 

  • Kondisi kebutuhan yang mendesak atau hajjah asyariah dalam konteks fiqh yang menduduki kedudukan darurat syari atau darurat syariah.
  • Ada keterangan dari ahli yang kompeten dan terpeceya tentang bahaya atau risiko fatal jika tidak segera dilakukan vaksinasi COVID-19.
  • Ketersediaan vaksin COVID-19 yang halal dan suci tidak mencukupi untuk pelaksanaan vaksinasi COVID guna ikhtiar mewujudkan herd immunity.
  • Ada jaminan keamanan penggunaannya oleh pemerintah sesuai penjelasan saat komisi fatwa melakukan kajian.
  • Pemerintah tidak memiliki keleluasaan memilih jenis vaksin COVID-19 mengingat keterbatasan vaksin yang tersedia baik di Indonesia dan tingkat global

Sebelumnya, tak sedikit publik yang sampai saat ini masih penasaran. Apa saja kandungan vaksin ini, sebab sejumlah isu masih ramai diperbincangkan.

Seperti disebut menyebabkan penggumpalan darah hingga menyebabkan beberapa kematian lansia di Eropa. Namun AstraZeneca sudah menjamin bahwa vaksin mereka aman.

Menukil Kumparab, mari kita cek kandungan vaksin yang dibuat di Inggris dan Swedia ini dikutip dari Instagram Bimo A Tedjo, Associate Profesor bidang Chemistry di Universiti Putra Malaya:

Bahan aktif:Adenovirus dari simpanse (ChAdOx1) yang disisipi gen bagian protein spike dan virus SARS-CoV-2Adenovirus yang telah disisipin gen protein spike ini akan memasuki sel manusia dan memproduksi protein spike yang memicu kekebalan

Bahan inaktif:L Histidine, L Histidine hydrochloride monohydrate, Ethanol (melindungi vaksin dari kerusakan akibat radikal bebas), Magnesium chloride hexahydrate (garam penstabil adenovirus), Polysorbate 80 (mencegah melekatnya bahan aktif ke dinding botol kaca), Sodium Chloride, Disodium edetate dehydrate, Air, 

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto