Netral English Netral Mandarin
13:02wib
Hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) menunjukkan bahwa lebih dari 90 persen masyarakat setuju sekolah dan rumah ibadah dibuka kembali meski masih di tengah kondisi pandemi corona. Data pengguna Facebook yang mencapai 533 juta, baru-baru ini dikabarkan telah dicuri hacker. Facebook menyatakan, tak akan memberi tahu data siapa saja yang telah dicuri.
MUI Minta Jangan Kaitkan Bom Katedral dengan Agama Tertentu, EK: MUI Bertanggungjawab, Jangan Pura2 Gak Ada Masalah

Minggu, 28-Maret-2021 18:05

Kolase Eko Kuntadhi dan kasus bom di Gereja Katedral Makassar
Foto : Istimewa
Kolase Eko Kuntadhi dan kasus bom di Gereja Katedral Makassar
4

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Eko Kuntadhi keras menanggapi pernyataan MUI yang meminta agar tidak mengaitkan peristiwa bom di Katedral Makassar dengan agama tertentu. 

“Jika pelaku bom bunuh diri dimotivasi oleh pemahaman agamanya. Dan agamanya adalah Islam. Mestinya MUI harus ikut bertanggungjawab. Agar tidak ada lagi kejadian seperti ini. Jangan malah denial dan masa bodo. Lalu pura2 gak ada masalah...,” keluh Eko Kuntadhi, Minggu (28/3/21).

Sebelumnya diberitakan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta agar peristiwa ledakan yang terjadi di depan Gereja Katedral di Makassar, Sulawesi Selatan pada Minggu (28/3) pagi tidak dikaitkan dengan agama ataupun suku tertentu.

“MUI meminta supaya masalah ini jangan dikait-kaitkan dengan agama atau suku tertentu di negeri ini karena hal demikian akan semakin membuat keruh suasana,” kata Wakil Ketua Umum MUI K H Anwar Abbas dinukil Antara di Jakarta.

Menurut dia, tidak ada satu pun agama yang mengajarkan kekerasan, apalagi terorisme. Sejatinya semua agama mengajarkan kasih sayang dan kemanusiaan kepada sesama.

“Tindakan ini tidak bisa ditolerir karena jelas-jelas sangat tidak manusiawi dan sangat bertentangan dengan nilai-nilai dari ajaran agama manapun,” katanya.

Pihaknya pun mendesak Polri bertindak cepat untuk menangkap pelaku peledakan tersebut.

“MUI meminta pihak aparat untuk mencari dan menangkap pelaku serta membongkar motif dari tindakan yang tidak terpuji ini,” paparnya.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto