Netral English Netral Mandarin
05:21wib
Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melarang kegiatan buka puasa bersama saat ramadan seiring dengan pandemi Covid-19. Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan melarang total operasi semua moda transportasi darat, laut, udara, kereta pada 6 Mei-17 Meri 2021.
Moeldoko Ketum Demokrat Versi KLB Sumut, Andi Arief Ngakak: KLB Nekad Hasilkan Ketum Bonek

Jumat, 05-Maret-2021 17:40

Ketua Bappilu Partai Demokrat (PD) Andi Arief
Foto : Istimewa
Ketua Bappilu Partai Demokrat (PD) Andi Arief
34

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ketua Bappilu Partai Demokrat (PD) Andi Arief menertawai hasil Kongres Luar Biasa (KLB) PD yang diselenggarakan oleh sejumlah pihak di Deli Serang, Sumatera Utara, pada Jumat (5/3/2021).

Adapun hasil KLB itu yang menetapkan Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko sebagai Ketua Umum Demokrat periode 2021-2025.

Melalui akun Twitternya, Andi Arief menyebut jika KLB itu nekad menghasilkan 'ketum bonek'.

"Wkwk wkwkk KLB nekad menghasilkan ketum Bonek," cuit @AndiArief_ID, Jumat (5/3/2021) sore.

Seperti diberitakan, KLB PD yang diselenggarakan oleh sejumlah pihak di Deli Serang, Sumatera Utara, pada Jumat (5/3/2021) menetapkan Moeldoko sebagai Ketua Umum Demokrat periode 2021-2025.

Dalam KLB itu, dua nama yang diusulkan menjadi Ketum Demokrat yakni Moeldoko dan eks Sekjen Demokrat sekaligus mantan Ketua DPR Marzuki Alie.

Proses pemilihan dilakukan secara voting. Hasilnya Moeldoko mendapat lebih banyak dukungan dari peserta KLB dibanding Marzuki.

Dengan hasil tersebut, diputuskan dan ditetapkan Moeldoko menjadi Ketum Demokrat. Sementara Marzuki Alie didapuk sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat periode 2021-2025.

Hasil KLB itu dibacakan oleh Jhoni Allen Marbun, politisi yang sebelumnya dipecat dari Demokrat oleh DPP PD pimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). 

"Memutuskan, menetapkan Jenderal (Purn) Moeldoko sebagai Ketua Umum Partai Demokrat periode 2021-2025. Setuju?," tanya Jhonny dan dijawab setuju oleh peserta KLB.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati