Netral English Netral Mandarin
21:28wib
Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melarang kegiatan buka puasa bersama saat ramadan seiring dengan pandemi Covid-19. Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan melarang total operasi semua moda transportasi darat, laut, udara, kereta pada 6 Mei-17 Meri 2021.
Misteri di Balik Penundaan Formula E, DS: Gua Gatel Liat DPRD Cuman Bisa Ngomong, Panggil Anies! Tanya Dia di Depan…

Senin, 22-Maret-2021 15:25

Denny Siregar
Foto : Okezone
Denny Siregar
8

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Apa yang sebenarnya terjadi di balik Formula E, rasa-rasanya semakin hari semakin meninggalkan banyak  misteri. Pasalnya, biaya commitment fee akan terus bertambah seiring dengan penundaan. Sedangkan hingga kini tak ada kejelasan kapan akan dilaksanakan.

Denny Siregar mengkritik hal itu melalui akun pribadinya. Ia geram dengan pihak DPRD yang dianggap hanya banyak bicara tapi tak melakukan gebrakan, misalnya menggunakan hak interpelasi. 

“Gua gatel nih liat  @DPRD_DKI cuman bisa ngomong di koran doang.. Panggil @aniesbaswedan dong. Interpelasi. Bawa ke @DPRD_DKI dan tanya ke dia di depan seluruh wartawan.. Jangan cuman ngeluh doang. Basi!” kata Denny, Senin 22 Maret 2021.

Sementara sebelumnya diberitakan, Wakil Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta Anggara Wicitra menilai penundaan penyelenggaraan Formula E akan semakin membebani keuangan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. 

Sebab, biaya commitment fee akan terus bertambah seiring dengan penundaan penyelenggaraan Formula E. 

"Semakin lama ditunda semakin tinggi biaya commitment fee-nya," kata Anggara dalam keterangan tertulis, Senin (22/3/2021). 

Anggara menjelaskan, penambahan biaya commitment fee akan mengalami kenaikan 10 persen per tahun di tahun berikutnya. 

Hal tersebut sudah tertera dalam ketentuan yang disepakati oleh Pemprov DKI Jakarta bersama Formula E Operation (FEO) sebagai pihak penyelenggara. 

Sehingga biaya commitment fee yang harus dikeluarkan Pemprov DKI Jakarta di tahun 2022 menjadi 24 juta poundsterling. 

"Ada selisih 4,2 juta poundsterling, atau sekitar Rp 80 miliar," kata Anggara. 

Dengan perhitungan penambahan uang yang disetor Pemprov DKI ke pihak penyelenggara, Anggara mengatakan akan ada potensi masalah di kemudian hari. 

Karena kejelasan anggaran untuk penyelenggaraan Formula E yang merupakan ambisi Gubernur Anies Baswedan itu semakin tidak jelas jika terus mengalami penundaan. 

"Pak Wagub bilang uang fee yang dibayarkan tidak akan hilang karena akan dipakai untuk acara Formula E 2022, tapi belum jelas berapa biaya commitment fee yang dikenakan untuk tahun 2022 nanti," ucap Anggara.

Dalam Buku I Laporan Hasil Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemprov DKI Jakarta Tahun 2019 dari Badan Pemeriksa Keuangan Perwakilan Pemprov DKI Jakarta, Pemprov DKI berencana menggelontorkan pembiayaan Formula E mencapai Rp 1,2 triliun. 

Uang dengan angka triliunan rupiah itu direncanakan untuk membiayai lima seri ajang balap mobil listrik tersebut di Jakarta. Perkiraan biaya Formula E tersebut merupakan rencana anggaran yang dikeluarkan melalui Penanaman Modal Daerah (PMD) PT Jakpro. 

Tahun 2020 dengan nilai anggaran Rp 344,4 miliar, 2021 nilai anggaran Rp 218 miliar, 2022 nilai anggara Rp 221 miliar, 2023 nilai anggaran Rp 226 miliar dan 2024 di angka Rp 230 miliar. 

Sebelum pandemi Covid-19 merebak, ajang Formula E dijadwalkan digelar pada 6 Juni 2020 dan direncanakan akan berlangsung lima tahun berturut-turut dimulai 2020-2024. Mobil listrik tersebut rencananya akan adu cepat melintasi area dalam kawasan Monumen Nasional dan Jalan Medan Merdeka Selatan sepanjang 2,6 kilometer. 

Namun rencana tersebut kini sudah batal dua kali, alasannya karena Pandemi Covid-19 di Jakarta tak kunjung terkendali. Wakil Gubernur DKI Jakarta Riza Patria memastikan pelaksanaan ajang balap tersebut tidak dihentikan melainkan ditunda di tahun 2022 dengan catatan pandemi Covid-19 sudah berakhir. 

"Karena ada Covid-19, pelaksanaan ditunda sampai tahun 2022," ucap Riza. seperti dinukil Kompas.com

 

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto