Netral English Netral Mandarin
banner paskah
08:33wib
Pemerintah melalui Kementerian Agama memutuskan awal puasa atau 1 Ramadan 1442 Hijriah di Indonesia jatuh pada Selasa (13/4/2021). Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) setuju penggabungan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).
Minta Jokowi Pecat Moeldoko? Andi: Jika Tidak, Masyarakat Akan Tuduh Ada Keterlibatan

Kamis, 04-Februari-2021 21:52

Ketua Bappilu Partai Demokrat (PD), Andi Arief
Foto : Istimewa
Ketua Bappilu Partai Demokrat (PD), Andi Arief
16

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ketua Bappilu Partai Demokrat (PD), Andi Arief kembali menyinggung soal pejabat di lingkaran pemerintahan Presiden Jokowi yang ingin menggulingkan posisi Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai Ketua Umum PD.

Beberapa hari lalu, Andi Arief blak-blakan menyebut nama Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko sebagai orang dekat Presiden Jokowi yang ingin mengambil alih kepemimpinan Partai Demokrat.

Kali ini, Andi mengatakan bahwa oknum pejabat Istana yang ingin mengkudeta kepemimpinan PD sudah teridentifikasi dengan jelas, dan kini keputusan ada di tangan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Menurutnya, apakah Presiden Jokowi akanmemberhentikan si pelaku atau dipertahankan dan menjadi beban bagi Istana Kepresidenan.

Jika pelaku tidak diberhentikan, Andi Arief khawatir publik akan menuding ada keterlibatan pihak Istana dibalik upaya mengkudeta kepemimpinan AHY.

"Kudeta tengsin" sudah ditumpaa kurang dari 24 jam. Pelakunya sudah teridentifikasi jelas," tulis Andi di akun Twitter-nya, Kamis (4/2/2021).

"Sekarang tergantung Pak Jokowi, apakah kantor kepresidenan akan terus terbebani sampai 2024 atau tidak. Jika tidak diberhentikan, saya khawatir masyarakat akan menuduh ada keterlibatan," katanya.

Sebelumnya, AHY membeberkan ada upaya pengambilalihan partainya secara paksa lewat jalur Kongres Luar Biasa (KLB). Ia menyebut ada sejumlah eks kader, kader, dan pejabat pemerintah di lingkaran dekat Presiden Jokowi yang terlibat dalam gerakan itu.

AHY pun mengaku telah mengirim surat kepada Presiden Jokowi untuk mendapatkan konfirmasi dan klarifikasi mengenai dugaan keterlibatan pejabat tersebut dalam upaya mengkudeta kepemimpinan Demokrat.

"Saya telah mengirimkan surat secara resmi kepada Yang Terhormat Bapak Presiden Joko Widodo untuk mendapatkan konfirmasi dan klarifikasi dari beliau terkait kebenaran berita yang kami dapatkan ini," kata AHY, Senin (4/2/2021).

Terkait hal itu, Andi Arief kemudian memperjelas bahwa orang dalam lingkaran Istana yang dimaksud AHY adalah Moeldoko.

“Banyak yang bertanya siapa orang dekat Pak Jokowi yang mau mengambil alih kepemimpinan AHY di Demokrat, jawaban saya KSP Moeldoko,” tulis Andi Arief di akun Twitternya, Senin (1/2/2021).

“Kenapa AHY berkirim surat ke Pak Jokowi, karena saat mempersiapkan pengambilalihan menyatakan dapat restu Pak Jokowi,” jelas @Andiarief_.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli