Netral English Netral Mandarin
banner paskah
02:55wib
Isu reshuffle kabinet kian mengemuka pasca rencana penggabungan Kemenristek ke dalam Kemendikbud. Satgas Penanganan Covid-19 memastikan pengembangan vaksin Merah Putih tetap berjalan dan tidak terpengaruh peleburan Kemenristek dengan Kemendikbud.
Minta Bukti Vaksin AstraZeneca Mengandung Vaksin Babi, TG: Jika Tidak, Label Halal LSM MUI Diragukan

Senin, 22-Maret-2021 13:00

Dewan Pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Teddy Gusnaidi
Foto : Istimewa
Dewan Pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Teddy Gusnaidi
9

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Dewan Pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Teddy Gusnaidi menyoroti pernyataan MUI yang menyebut vaksin AstraZeneca mengandung vaksin babi.

 

Teddy menegaskan MUI harus dapat membuktikan secara ilmiah jika vaksin AstraZeneca haram. Jika tidak, dirinya meragukan label halal yang dikeluarkan MUI.

"LSM MUI harus mampu membuktikan secara ilmiah (bedah vaksinnya) pernyataan mereka bahwa vaksin AstraZeneca mengandung enzim babi," kata Teddy dalam akun Twitternya 

"Jika tidak, maka label halal yang selama ini dikeluarkan oleh LSM MUI sangat patut diragukan kehalalannya. Ditunggu pembuktian LSM MUI.. @MUIPusat," lanjut dia.

Sebelumnya MUI menetapkan vaksin Covid-19 AstraZeneca haram karena mengandung babi. Ketua MUI Dr. H. M. Asrorun Ni'am Sholeh menetapkan vaksin Covid-19 AstraZeneca hukumnya haram karena mengandung enzim babi.

"Ketentuan hukum yang pertama, vaksin AstraZeneca hukumnya haram karena dalam proses tahap produksinya memanfaatkan enzim yang berasal dari babi. Walau demikian, yang kedua, penggunaan vaksin Covid-19 produk AstraZeneca pada saat ini hukumnya dibolehkan," kata Asrorun dalam konferensi pers virtual beberapa waktu lalu.

Sementara pihak AstraZeneca menegaskan, vaksin buatannya tidak menggunakan dan bersentuhan dengan produk turunan babi atau produk hewan lainnya. Badan Otoritas Produk Obat dan Kesehatan Inggris telah mengonfirmasi vaksin vektor virus AstraZeneca tidak mengandung produk berasal dari hewan.

"Semua tahapan proses produksinya, vaksin vektor virus ini tidak menggunakan dan bersentuhan dengan produk turunan babi atau produk hewani lainnya," kata AstraZeneca Indonesia dalam siaran pers di Jakarta, Sabtu (20/3/2021).

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Nazaruli