Netral English Netral Mandarin
banner paskah
15:50wib
Pengadilan Negeri (PN) Surabaya menolak gugatan pedangdut Rhoma Irama sebesar Rp1 miliar melawan PT Sandi Record. Komisi IX DPR akan memanggil Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI yang masih mengizinkan Vaksin AstraZeneca untuk digunakan di Indonesia.
Mestinya Tak Ada Orang Tua Mau Anaknya Jadi Teroris, Netizen Malah Tunjukkan Video Anak Nyanyi 'Bunuh Si Ahok Sekarang Juga'

Senin, 29-Maret-2021 16:11

Video kontroversi anak-anak teriak 'bunuh si ahok sekarang juga'
Foto : Youtube/Warta Kota Production
Video kontroversi anak-anak teriak 'bunuh si ahok sekarang juga'
27

JAKARTA, NETRAL:NEWS.COM - Aparat kepolisian sangat terbantu dengan keberadaat plat motor yang digunakan oleh pelaku bom bunuh diri di Katedral Makassar. Saat ini aparat sedang mengidentifikasi dan mengundang keluarganya. 

Di media sosial, banyak netisen menyoroti keberadaan motor yang digunakan serta mempertanyakan keberadaan orangtua pelaku yang menurut netizen apakah menyetujui aksi anaknya. Salah satunya tercermin dalam akun FB Mak Lambe Turah, Senin (29/3/21). 

Bahkan ada Netizen yang malah menunjukkan tautan video youtube dimana anak-anak bernyanyi “Bunuh Si Ahok Sekarang Juga.”

MLT: “Mestinya tak ada orang tua yang ingin anaknya jadi seperti itu.”

Affifa Noor Fatemma: “Herannya. Aksi begini masih bnyk yg ndukung. Beragama knp mlh JD pembunuh.”

Handa Sugiharto: "Salah, mak. Ada orang tua yang ingin anaknya mati sangid. Jangan menutup mata lah...  Toh banyak yang diam saat ada orang tua yang mendidik anaknya untuk "membenci" golongan / kelompok / agama lain Berani bilang gak ada? Coba lihat ini: https://www.youtube.com/watch?v=cWqeA8cmOV4, anak-anak bernyanyi "bunuh si ahok sekarang juga"

Edy Subagio: “Begitulah kadrun bego dengan segala kegoblokannya.”

Femmy: “Mantan napi terorisme?? Kok bisa dijadikan mantan/bebas????”

Ali Nursea: “Plat motor utuh. Seperti Tuhan ingin memberikan jalan mudah bagi kepolisian untuk menguak identitas pelaku bom.”

Sementara itu, sebelumnya diberitakan, Orang tua serta keluarga dari salah satu pelaku bom bunuh diri Gereja Katedral Makassar mendatangi Posko Ante Mortem DVI Biddokes Polda Sulawesi Selatan (Sulsel), pada pagi ini Selasa, 29 Maret 2021.

Kendati begitu, pihak keluarga pelaku bom Gereja Katedral Makassar tersebut justru disambut Polda Sulsel lantaran untuk dimintai keterangan soal ante mortem yang meliputi pemeriksaan ciri-ciri medis, mulai dari pencocokkan data gigi dari pelaku, pemeriksaan ciri-ciri properti yang digunakan terakhir kali, hingga pengambilan sampel DNA.

Mengutip Sindo, hal tersebut dilakukan untuk memverifikasi data antara pelaku bom bunuh diri dengan keluarga yang bersangkutan.

Nah sehingga nantinya, apabila data terkonfirmasi cocok maka bisa disimpulkan pelaku merupakan seseorang yang berasal dari keluarga tersebut. Hal ini juga dilakukan sebagai salah satu data pendukung dair pihak kepolisian terhadap pelaku.

Untuk diketahui, kedua jenazah pelaku bom bunuh diri masih disimpan di ruang jnzah Biddokes Polda Sulsel. Penyimpanan kedua mayat itu dilakukan dengan standar pengamanan ketat aparat kepolisian bersenjata lengkap.

Dari ledakan bom tersebut, Pengamat Terorisme Universitas Indonesia (UI) Ridwan Habib memprediksi ada dua kemungkinan pihak yang dianggap sebagai dalang dari perakitan bom bunuh diri.

Kemungkinannya, pelaku merupakan mantan narapidana terorisme dan yang kedua ialah DPO terorisme yang belum ditangkap.

“Dan dilihat dari cara merakitnya ini pasti orang ini (perakit bom Katedral Makassar) memahami cara perakitan, dengan demikian bisa dilakukan oleh dua kemungkinan; pertama adalah mantan napi terorisme kedua adalah DPO terorisme yang belum tertangkap,” imbuhnya.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto