Netral English Netral Mandarin
banner paskah
15:53wib
Isu reshuffle kabinet kian mengemuka pasca rencana penggabungan Kemenristek ke dalam Kemendikbud. Satgas Penanganan Covid-19 memastikan pengembangan vaksin Merah Putih tetap berjalan dan tidak terpengaruh peleburan Kemenristek dengan Kemendikbud.
Menyamaratakan Buzzer Pro Jokowi sebagai BuzzeRp Merupakan Kebohongan Yang Nyata! 

Kamis, 11-Februari-2021 21:05

Pemerhati politik dan ekonomi Rustam Ibrahim.
Foto : Twitter
Pemerhati politik dan ekonomi Rustam Ibrahim.
3

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Sejumlah pihak mengecam, mengkritik dan mengeluhkan aksi pendengung atau buzzer yang menyerang para pengkritik serta pihak-pihak yang berkomentar miring soal pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) di media sosial. 

Bahkan, beberapa tokoh dan politisi oposisi menuding para buzzer yang menyerang pengkritik pemerintah sebagai buzzeRp atau buzzer yang dibayar untuk membela pemerintah. 

Mengomentari hal itu, pemerhati politik dan ekonomi Rustam Ibrahim berpendapat, menyamaratakan buzzer pendukung pemerintah sebagai buzzerRp merupakan sebuah kebohongan. 

"Menyamaratakan influencer/buzzer pendukung pemerintah sebagai buzzerRp menurut saya merupakan kebohongan yang nyata," tulis Rustam di akun Twitternya, Kamis (11/2/2021). 

Pasalnya, lanjut Rustam, banyak pendukung Presiden yang sukarela melawan buzzer-buzzer yang menyerang Jokowi dengan hoaks, cacimaki dan hinaan. 

"Banyak yang mendukung Presiden Jokowi dari awal dengan dana sendiri, melawan buzzer-buzzer lawan politiknya yang mengandalkan hoax, cacimaki, hinaan, kebohongan yang tidak pantas diucapkan," cuit @RustamIbrahim. 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sulha Handayani