Netral English Netral Mandarin
05:41wib
Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melarang kegiatan buka puasa bersama saat ramadan seiring dengan pandemi Covid-19. Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan melarang total operasi semua moda transportasi darat, laut, udara, kereta pada 6 Mei-17 Meri 2021.
Menparekraf Berharap “Automotive Tourism” Bikin Destinasi Wisata Super Prioritas Lebih Populer

Jumat, 05-Maret-2021 05:40

Automotive Lifestyle Tourism bisa menciptakan magnet modifikasi otomotif
Foto : Touring
Automotive Lifestyle Tourism bisa menciptakan magnet modifikasi otomotif
36

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Program automotive lifestyle tourism atau wisata otomotif dan gaya hidup yang tengah dicoba dikembangkan diharapkan bisa mempopulerkan destinasi wisata super prioritas Indonesia. Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno dalam acara Forum Group Discussion (FGD) bersama National Modificatior & Aftermarket Association (NMAA), Rabu (3/3/2021).

Menurut Sandi, Automotive Lifestyle Tourism bisa menciptakan magnet modifikasi otomotif dan budaya (heritage) untuk menarik perhatian pelancong.

"Untuk mewujudkan kolaborasi ini, meliputi industri otomotif, aftermarket hingga lifestyle, harus terus berinovasi. Selain itu, juga mendorong kolaborasi dengan Kementerian Perindustrian supaya dapat meneruskan misi besar di industri ini," kata Menteri Sandiaga dalam Forum Group Discussion (FGD) bersama National Modificatior & Aftermarket Association (NMAA), Rabu (3/3).

Lebih lanjut, Menparekraf mengapresiasi pelaku industri otomotif dan modifikasi di Tanah Air yang tidak pernah kehabisan ide untuk terus berkreasi menelurkan karya-karya terbaik meski dihantam dampak pandemi dan ketidakpastian situasi perekonomian saat ini.

"Saya pribadi terkesan cerita positif dan harapan kawan-kawan di industri otomotif dan modifikasi yang terdiri dari pelaku UKM kreatif. Karena itu, kami terus memotivasi para pelakunya sebagai pandemic winner di masa sulit saat ini," kata dia.

Menparekraf juga memaparkan bahwa pihaknya berupaya untuk dapat menggelar acara (event) secara hibrida (hybrid), demi menggairahkan kembali industri kreatif di tengah pandemi COVID-19.

"Kita berupaya ke depan dapat menggelar event hybrid. Sebelumnya sudah ada diskusi dengan pihak terkait supaya dapat menggerakkan industri kreatif yang belakangan ini sedang dalam masa sulit," jelas dia.

"Lebih lanjut, Kemenparekraf mendorong pelaku event dalam menggelar acara dengan persentase 70 persen event murni dan sisanya hybrid. Langkah ini merupakan bagian dari adaptasi di masa pandemi," imbuhnya.

Kondisi tersebut, diakui Sandi akan mulai digelar pada kuartal tiga atau empat secara terbuka. Apalagi promosi sejumlah destinasi wisata super prioritas juga akan menggandeng penyelenggara event terutama di tempat wisata ikonis.

Tidak menutup kemungkinan dari segi event akan berkolaborasi dengan gelaran Indonesia Modification Expo (IMX) yang digagas NMAA.

"Potensi industri otomotif dan aftermarket di Indonesia saat ini harus mampu menjawab tuntutan zaman. Sebab bagi khalayak Indonesia, expo modifikasi dianggap sebagai pengalaman baru," kata Founder NMAA sekaligus IMX Project Director, Andre Mulyadi.

Sejak digelarnya IMX pada 2018, Indonesia memiliki expo modifikasi sendiri. Bahkan, pada tahun 2020, gelaran IMX diadakan secara virtual, dan menghadirkan terobosan event otomotif daring/virtual pertama di Indonesia.

Reporter : Dimas Elfarisi
Editor : Sulha Handayani