Netral English Netral Mandarin
banner paskah
04:46wib
Hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) menunjukkan bahwa lebih dari 90 persen masyarakat setuju sekolah dan rumah ibadah dibuka kembali meski masih di tengah kondisi pandemi corona. Data pengguna Facebook yang mencapai 533 juta, baru-baru ini dikabarkan telah dicuri hacker. Facebook menyatakan, tak akan memberi tahu data siapa saja yang telah dicuri.
Menlu Iran Desak Trump Hindari Jebakan Israel untuk Provokasi Perang

Minggu, 03-January-2021 19:53

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif
Foto : Istimewa
Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif
12

DUBAI, NETRALNEWS.COM - Menteri Luar Negeri Iran, Javad Zarif, pada Sabtu (2/1/2021) mendesak Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menghindari jebakan, yang diduga direncanakan oleh Israel untuk memprovokasi perang melalui serangan terhadap pasukan AS di Irak.

Zarif menyampaikan peringatan itu genap setahun kematian jenderal besar Iran Qassem Soleimani oleh serangan pesawat nirawak AS di Irak. Tidak ada komentar langsung dari Israel.

Washington menuding milisi dukungan Iran atas seringnya serangan roket terhadap fasilitas AS di Irak, termasuk di dekat Kedutaan Besar AS. Tidak ada kelompok dukungan Iran yang mengaku bertanggung jawab.

"Intelijen baru dari Irak mengindikasikan bahwa agen provokator Israel sedang merencanakan serangan terhadap orang Amerika, mengikat Trump dengan casus belli palsu (tindakan membenarkan perang)," kata Zarif melalui Twitter.

"Hati-hati ada jebakan, @realDonaldTrump. Kembang api apa pun akan menjadi bumerang yang semena-mena," tulis Zarif.

Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Kementerian Luar Negeri Israel menolak mengomentari cuitan Zarif.

Gedung Putih pun tidak langsung menanggapi permintaan berkomentar terkait pernyataan Zarif.

Esmail Ghaani, yang menggantikan posisi Soleimani sebagai kepala pasukan elit Quds, pada Jumat mengatakan Iran masih siap untuk merespons.

Militer AS menerbangkan dua pembom B-52 bertenaga nuklir ke Timur Tengah dalam sebuah pesan pencegahan ke Iran pada Rabu, namun sejak itu pembom tersebut telah meninggalkan kawasan tersebut. 

Reporter : Nazaruli
Editor : Nazaruli