Netral English Netral Mandarin
banner paskah
00:52wib
Indonesia Corruption Watch menilai pengelolaan internal Komisi Pemberantasan Korupsi sudah bobrok. Kapal selam KRI Nenggala-402 yang hilang kontak saat melakukan latihan di perairan Bali karam di kedalaman 600-700 meter.
Menkes Budi Imbau Tak Mudik, Menhub Budi Pastikan Boleh Mudik, Netizen: Ngakak Boleh Ngak? Ini Budi, Ini Bapak Budi

Jumat, 19-Maret-2021 20:12

Ilustrasi perbedaan pendapat antara Menhub Budi Kara dan Menkes Budi Gunadi
Foto : Istimewa
Ilustrasi perbedaan pendapat antara Menhub Budi Kara dan Menkes Budi Gunadi
21

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ada yang membingungkan publik dengan pernyataan pejabat Pemerintah baru-baru ini. Pasalnya, Menkes Budi Gunadi Sadikin menghimbau masyarakat tidak mudik mengingkat kasus Covid-19 masih tinggi. 

Namun, di sisi lain, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) malah nyatakan tidak akan melarang masyarakat untuk mudik Lebaran tahun ini. Warganet pun ada yang bertanya-tanya.

Di akun FB Mak Lambe Turah, Jumat (19/3/21) sejumlah netizen berkomentar kocak.

MLT: “Mau ikut Budi K ato Budi G?”

Asdania Nia: “Ikut pak Budi Karya..... Di larang juga pecuma, org di mari kan ngeyelan, pokok e piye carane iso mudik.”

Fonce Chang: “Kok,bs beda kebijakan.”

Sutrisno Susilo: “Kok mikir mudik lebaran mbok mikir kebutuhan tmbh mahal dan susah.”

Ferry Setiawan: “Ujungnya berubah lagi gak nih?”

Arien Daw: “Intinya diperbolehkan mak tp dihimbau jg lbh baik jangan. Krn dilarang jg ga bs kan warga +62 ini...yg ada nyari akal sendiri, serba susah n serba salah emang jd pemerintah negara berflower ini.”

Yuztina Yuliati: “Ngakak boleh gak mak??”

Indah Kusuma: “Ini budi Ini bapak budi.”

Imbauan Tak Mudik

Sebelumnya diberitakan, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin tidak menganjurkan masyarakat untuk mudik dan bepergian saat libur Lebaran tahun ini demi menekan penularan virus corona (Covid-19) yang masih tinggi.

Budi mengimbau agar masyarakat Indonesia merayakan Hari Idul Fitri yang jatuh sekitar tanggal 13 April itu dengan tetap berada di rumah saja.

"Terlihat tren setiap kali libur panjang dengan mobilitas tinggi itu rata-rata kasus positif naik 30-40 persen. Kita melihat lebaran tahun lalu seperti itu, libur Natal dan Tahun Baru juga dampaknya sangat tinggi," kata Budi dalam jumpa pers Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro Jilid 3 pada Sabtu (20/2).

"Nah liburan panjang besar berikutnya adalah libur Lebaran. Ini tolong diimbau agar kalau bisa lakukan terbatas saja, di rumah saja. Karena itu tadi jangan sampai yang sudah dilakukan bagus sekarang harus kita ulang lagi karena ada kenaikan kasus positif lagi," paparnya menambahkan.

Berkaca dari libur Tahun Baru Imlek kemarin, Budi berkata mobilitas masyarakat tidak terlalu tinggi. Ia berharap hal itu bisa menekan jumlah penularan corona ke depannya.

"Kita bersyukur Imlek kemarin mobilitas tidak naik terlalu tinggi. Nanti kita lihat dalam dua pekan ke depan dampaknya seperti apa tapi Insyaallah (kasus penularan corona) tidak tinggi," kata Budi.

Sementara itu, kasus positif virus corona bertambah 10.614 pada Jumat (19/2).

Dengan demikian, total jumlah kasus positif virus di Indonesia sebanyak 1.263.299 kasus dengan total 35.152 meninggal dunia dan 1.069.005 sembuh.

Lihat juga:Banjir Jakarta, Warga Diminta Gugat Pemprov DKI ke PengadilanMenteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Tjahjo Kumolo juga telah mengusulkan libur Hari Raya Idul Fitri hingga tahun baru 2021 diperpendek demi menekan penularan Covid-19 saat libur panjang.

Tjahjo menilai pemangkasan cuti bersama dan pelarangan ASN ke luar kota saat libur panjang efektif mengurangi penambahan penularan kasus corona.

Ia berkaca kebijakan pemerintah menerapkan larangan ASN, TNI dan Polri ke luar kota saat libur panjang Imlek 12-14 Februari 2020 lalu mampu menurunkan penambahan pasien Covid-19 hingga 25 persen.

Menhub Bolehkan Mudik

Di sisi lain, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tidak akan melarang masyarakat untuk mudik Lebaran tahun ini, walaupun pandemi corona belum mereda.Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengungkap akan membuat mekanisme protokol kesehatan ketat yang disusun pihaknya dan Gugus Tugas Covid-19.

"Terkait dengan mudik 2021 pada prinsipnya pemerintah lewat Kemenhub tidak akan melarang. Kami akan koordinasi dengan Gugus Tugas bahwa mekanisme mudik akan diatur bersama dengan pengetatan, dan lakukan tracing pada mereka yang mereka yang akan berpergian," ujar Budi Karya dalam rapat kerja dengan komisi V DPR RI, Selasa (16/3).

Dia pun mengingatkan potensi lonjakan penumpang, terutama usai vaksinasi corona dilakukan.

"Kami sudah petakan beberapa isu penting. Pasti akan terjadi lonjakan, program vaksinasi diprediksi akan membuat masyarakat ingin berpergian," kata Budi dinukil CNN Indonesia.

Seperti diketahui tahun lalu pemerintah melarang mudik lebaran. Hal itu dilakukan demi menekan penyebaran virus corona antar daerah.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto